Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Archive for the ‘Obrolan Santai’ Category

Dengan semakin tingginya minat publik terhadap program Berburu, maka JBRB memulai sebuah program yang dinamakan “Berburu Training for Facilitators”. Pelatihan Batch 1 diadakan bekerja sama dengan Inner Voice Institute; sebuah lembaga pelatihan yang menyediakan berbagai macam bentuk pelatihan khususnya yang berhubungan dengan self-awareness.

Acara diadakan di kantor Inner Voice Institute yang terletak di Jl. Kyai Maja No.13 (depan RS Pertamina) pada tanggal 20 dan 21 Juni, 2009. Pelatihan ini dimaksudkan menjadi sebuah sarana bagi JBRB untuk mendapatkan calon-calon pengajar Berburu yang baru seiring dengan rencana pengembangan program Berburu di awal tahun ajaran nanti.

Alhamdulilah, minat yang datang dari berbagai kalangan cukup tinggi. Ada 30 orang yang hadir pada pelatihan tersebut. JBRB mendatangkan beragam trainer selama pelatihan, yaitu Pardamean (Inner Voice Institute), Edward (Psikologi UI), A.R. Lendy (Inner Voice Institute), dan Atty Budiharti (Brain Booster Management).

Pelatihan tidak berhenti sampai di situ. Demi mengembangkan potensi para calon pengajar, JBRB mengadakan pelatihan bagian kedua di Museum Bank Mandiri pada tanggal 4 Juli, 2009. Kali ini JBRB bekerja sama dengan Forum Indonesia Membaca (FIM). Pelatihan terasa sangat istimewa karena Museum Bank Mandiri menawarkan nuansa romantis era jaman kemerdekaan. Kali ini para peserta mendapatkan materi tentang Children’s Positive Discipline yang diberikan oleh Mita Abidin dari Cikal.

Apabila kamu tertarik bergabung dalam program Berburu, hubungi Dela Dwinanda di 0817 807644 atau kirim e-mail ke Ika di revolusibudaya@gmail.com

Salam Berburu!

IMG_1666

Gelaran acara peringatan ulang tahun Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) yang pertama, sekaligus peluncuran Program Berburu menuju 300 sekolah pada tahun 2011, telah dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2008. Acara yang diberi judul Siang Berbudaya Itu Seru (SiBer) ini diselenggarakan di SDN Selong 01 Pagi, mulai pukul 13.00-15.00. Atas terselenggaranya acara ini seluruh panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut berkontribusi dan selalu mendukung kami. Berikut ini beberapa kenangan dari SiBer yang sempat terekam kamera.

 

Kak Lia dan Kak Festy yang menjadi MC sedang memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah SDN Selong 01 Pagi, Ibu V.A. Sri Subarni, untuk memberikan kata sambutan. SDN Selong 01 Pagi merupakan pilot school project untuk Program Berburu. Selama satu tahun belakangan Program Berburu secara rutin diadakan di SDN Selong 01 Pagi, setiap hari Sabtu pukul 10.00-14.00. Kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua/wali murid, serta siswa/i SDN Selong 01 Pagi menyambut baik dilaksanakannya Program Berburu di sekolah mereka.

 


X-Banner acara SiBer yang didesain oleh Kak Adi, bergambarkan logo Berburu, Indo dan Nesia. Banner ini dilengkapi dengan penjabaran lima budaya positif yang menjadi tema dalam Berburu, yaitu (1) Mengikuti tata tertib, (2) Mencintai lingkungan, (3) Menghargai sesama, (4) Membaca itu menyenangkan, dan (5) Mencintai kebudayaan Indonesia. Indo dan Nesia merupakan ikon Berburu yang digunakan dalam berbagai cerita. Penggunaan tokoh Indo dan Nesia yang menggambarkan profil siswa dan siswi sekolah dasar di Indonesia diharapkan dapat membantu dan menarik minat siswa dan siswi untuk memahami dan menerapkan setiap tema dalam Berburu.

 


Penampilan siswa-siswi SDN Selong 01 Pagi dalam Drama Berburu. Drama ini merangkum lima tema Berburu menjadi satu cerita. Ide dasar drama diambil dari tiga cerita tema Berburu dalam Buku Panduan Berburu. Indo dan Nesia menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Para siswa-siswi sangat bersemangat dalam pementasan drama ini. “Senang..riang..hari yang kunantikan!!”

 


Kak Novie sedang memimpin siswa-siswi SDN Selong 01 Pagi untuk melakukan Senam Berburu. Senam Berburu biasa dilakukan sebelum Berburu dimulai. “Tangan kanan ke depan, ke belakang, depan belakang, lalu goyangkan. Lakukan seperti ini dan berputarlah. Mudahkan caranya? Tangan kiri ke depan, ke belakang, depan belakang, lalu goyangkan. Lakukan seperti ini dan berputarlah. Mudahkan caranya?”

 


Untuk mengenalkan mengenai pelaksanaan Berburu, maka dilakukan simulasi Berburu. Kak Anie sedang menerangkan kepada siswa-siswi SDN Selong 01 Pagi mengenai salah satu tema Berburu, yaitu Mencintai Lingkungan. Pada prakteknya, penyampaian materi Berburu menggunakan banyak metode, antara lain presentasi, storytelling, diskusi kelompok, permainan, dan lainnya.

Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) menjadi salah satu pendukung dari sebuah acara musik yang diadakan oleh DeadMediaFM.org di Yogyakarta pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2008 yang lalu. Acara yang menampilkan berbagai musik tempo dulu ini dinamakan Pesona Nada Senja: Mendengarkan Radio Mono Ketika Sore Bersama Gomez.

Pesona Nada Senja mendapat dukungan yang begitu besar dari pecinta musik Yogyakarta. Terbukti tiket terjual habis. Salah satu pelaksana acara Ridho Indradewa melaporkan, “Wah, respon dari masyarakat Yogyakarta hebat banget. Alhamdulilah acara kita sukses besar. Terima kasih dukungan semua sponsor, terutama Jakarta Butuh Revolusi Budaya.”

Penampilan utama yang paling ditunggu-tunggu oleh para penonton adalah band dari Jakarta yaitu Sore. Band ini merupakan sebuah band yang memainkan musik berirama tempo dulu. Dalam beberapa lagu mereka bahkan menggunakan alat musik tradisional. Majalah Time Asia edisi September 2005 menganugerahkan album pertama Sore yang berjudul “Centralismo” sebagai salah satu dari lima album yang paling layak dibeli.

Baca laporan lengkap dari acara Pesona Nada Senja di sini dan dengarkan lagu-lagu Sore di situs mereka di sini.

Sebenarnya saya masih ingin membahas Korean Pop industry sebagai lanjutan posting Perubahan Lanskap Bisnis (1): Kpop. Tapi kebetulan saya mendapati sebuah video dokumenter yang menarik tentang fenomena lain namun masih seputar Negeri Ginseng. Kali ini berkaitan dengan pendidikan, kasus khususnya bidang bahasa Inggris.

Dengan kasat mata pun kita bisa melihat bahwa Korea telah mencpai tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Kok bisa, ya?

Happy New Year Fear 2008!

Dalam 10 hari 45 menit satu angka terakhir tahun di pojok kanan bawah layar komputer kita akan berubah dari “7” menjadi “8.” Ya, tidak terasa sudah berganti tahun lagi. Wooo, tapi tunggu dulu, apa memang benar tidak terasa? Kalau sampai tidak terasa berarti tahun 2007 ini sia-sia, donk?

Dan semakin saya meneruskan tulisan ini, hitungan mundurnya semakin kecil, dari tepatnya 10 hari 45 menit mungkin sekarang tinggal 10 hari 41 menit.

Anyway, mungkin banyak dari kita yang akan mempersiapkan Resolusi 2008. Semoga harapan teraih dan impian jadi kenyataan, tapi jangan lupa usahanya!
Buat saya, masih sebagai sekuel dari tahun- tahun sebelumnya, satu tema di tahun ini: Apa itu?

baltimore1.jpg

Last week I had the chance to visit Baltimore with a friend. I hadn’t been there since last summer and the memory of the beautiful harbor and the old buildings had been haunting my mind for months and I just couldn’t wait to go there again. This time I decided to spend my time not at the harbor but instead I chose to explore another part of the downtown which was just a few blocks away from the harbor where they have antique stores and old restaurants. My one-and-a-half-hour drive was so worth it.

When my friend and I finally arrived it was raining pretty hard and the weather was very cold. When I got off the car, my fingers started to shake as I could feel the freezing weather struck my very deepest bones. I quickly wore my gloves so that my fingers could feel a little bit warmer. Do you have the same wish?

Peringatan: Posting cukup panjang

Jaman sekarang hampir semua hal sudah diharapkan untuk dapat diintegrasikan satu sama lain. Alat komunikasi bukan lagi telpon engkol milik Bung Karno dulu. Bukan juga sebatas handphone Nokia 3310. Everything is beyond imagination. Sebuah handphone sekarang sudah dilengkapi kemampuan seperti sebuah digital camera, MP3 player, digital organizer, bahkan semakin mendekati sebuah portable computer. Lanskap bisnisnya telah berubah dari hanya bisnis alat komunikasi menjadi bisnis perangkat elektronik pribadi terintegrasi. Tapi bukan itu yang ingin saya sentuh di posting ini, melainkan bisnis hiburan.

Ya, bisnis hiburan dan tepatnya Korean showbiz industry. Read the rest of this entry »


Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos