Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Ayo Kita Berubah

Posted on: June 19, 2008

beautiful view

Berapa banyak hal yang kita tahu tentang Jakarta? Sebuah kota yang telah melahirkan begitu banyak sejarah perdaban masa lalu. Kota yang telah melahirkan banyak seniman handal seperti Benyamin Suaeb dan pelukis hebat seperti Henk Ngantung dan Afandi. Kota yang sebenarnya begitu diharapkan untuk menjadi sebuah contoh bagi kota-kota lain.

Tapi, lihatlah apa yang ada pada pandangan mata kita saat ini. Yang ada adalah kota yang begitu terlihat semrawut, kotor, dan jorok. Daerah kumuh ada di setiap sisi kota. Satu kata yang dapat menggambarkan kondisi tersebut, menyedihkan.

Sangat berbeda jika membandingkan Jakarta dengan ibu kota negara lainnya. Dari tata kotanya, Jakarta hanya terlihat rapi di daerah-daerah pusat. Misalnya, kawasan Medan Merdeka Utara di Jakarta Pusat. Di sana berdiri Istana Negara dan Istana Merdeka di dalam satu komplek. Istana Merdeka berdiri menghadap ke arah Monas yang merupakan simbol kota Jakarta. Siapa yang tidak tahu Monas? Lihatlah kawasan tersebut ketika kita sedang melintas. Terlihat bersih dan rapi bukan?

Tapi, coba kita lihat daerah pasar Senen atau Tanah Abang. Kedua kawasan ini tersebut adalah tempat  beroperasinya pedagang kaki lima (PKL). Kebanyakan dari mereka beroperasi di pinggir jalan raya sehingga mengganggu para pengemudi kendaraan bermotor.

Belum lagi masalah sampah. Di kota Jakarta masih banyak orang yang membuang sampah seenaknya. Mereka membuang sampah di mana saja. Mulai dari jalan raya, jembatan penyeberangan, pusat perbelanjaan, hingga sekolah. Bahkan, masyarakat yang hidup di pemukiman elit sekalipun tidak lepas dari kebiasaan buruk ini.

Kegiatan membuang sampah pada tempatnya adalah satu hal yang terbilang sepele tetapi besar efeknya. Sayangnya kebanyakan masyarakat Jakarta belum sadar betul mengenai hal ini terutama masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh. Mereka belum menyadari bahwa kebersihan merupakan satu hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Bukti nyata bisa dilihat dari begitu buruknya kualitas sungai-sungai yang mengalir di Jakarta.

Membuang sampah di sembarang tempat seperti sudah membudaya dan menjadi ritual bagi masyarakat Jakarta. Sebuah perilaku yang sangat memprihatinkan dan tampaknya semakin lama perilaku ini semakin memburuk. Seperti yang kita bisa saksikan, Jakarta adalah sebuah kota yang penuh dengan sampah. Kita hanya bisa menikmati suasana yang benar-benar bersih di pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran.

Apakah masih pantas membuang sampah tidak pada tempatnya? Kesadaran kita sebagai masyarakat Jakarta benar-benar patut dipertanyakan. Apakah kita benar-benar tidak perduli akan kondisi kebersihan di Jakarta? Kalau menurut Anda sudah saatnya kita berubah maka itu adalah jawaban yang paling tepat. Saya sangat yakin Anda semua sudah bosan dengan kondisi yang ada. Saya yakin Anda sudah bosan melihat sampah berserakan di mana-mana, sungai-sungai terlihat begitu kotor, dan bau tidak sedap muncul di berbagai tempat umum.

Kita harus bisa merubah perilaku kita selama ini. Mulai dari diri sendiri dan lingkungan tempat kita tinggal. Bagi yang sedang duduk di kursi pemerintahan, bisakah lupakan sejenak jabatan Anda dan membaur bersama rakyat yang membutuhkan dedikasi Anda? Hindari sifat egois dan lupakan harga diri. Marilah membaur dan mulai beraksi.

Pada akhirnya, menurut saya Jakarta tidak hanya butuh perilaku bersih dan indah tapi tetapi Jakarta juga Butuh Revolusi Budaya. Dan semua itu harus dimulai dari diri sendiri, lalu sebarkan perilaku tersebut kepada keluarga dan orang-orang terdekat.

Diharapkan dengan cara seperti ini, kita dapat membuat Jakarta menjadi lebih baik bukan hanya dari sisi kebersihan tapi juga dari sisi nilai-nilai moral dan budaya lainnya sehingga Jakarta menjadi sebuah komunitas yang bermartabat dan bangga akan jati dirinya sendiri.

Sukses Jakartaku dan sukses Indonesiaku.

Picture is from here.

3 Responses to "Ayo Kita Berubah"

Hai hai Izmi, nulis juga ya di JBRB🙂

Iya nih padahal kebersihan sebagian dari iman, tapi nyatanya jorok dan cuek ma kebersihan. Bahkan O Channel mengusung tema kebersihan untuk Jakarta menyambut ultah jakarta 22 juni nanti, karena emang masalah kebersihan sudah menjadi masalah major dan krusial, perlu tindakan secepatnya dari pemda dan masyarakat.

Bener banget kata Izmi, gak orang miskin gak orang elite, kalo urusan buang sampah kelakuannya sama aja, sembarangan dan gak peduli.

Jakarta juga perlu revolusi penegakan hukum nih.

Iya Mba Yonna, itu tulisan pertama aku tapi masih dibantu sama Mas Tasa.

Iya, dari pengalaman dan penglihatan dari perilaku masyarakat sendiri masih aja bertingkah sembarangan. Padahal, ngga rugi juga gitu kalo buang sampah pada tempatnya. Bahkan, ade perempuan saya yang udah kelas 2 SMP aja, kalo ketauan sama saya masih buang sampah sembarangan langsung tak jitak.

Setuju ! Jakarta juga butuh revolusi penegakan hukum.😉

Well done, Izmi..

Bangganya udah ada generasi muda calon2 penerus JBRB, menggantikan kami2 yang udah mulai beranjak tua..Teruskan yah, mi..

Semangat terus buat perubahan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: