Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Mengacu Pada Washington

Posted on: April 2, 2008

tempo-koran.gifArtikel ini dimuat oleh Koran Tempo pada Sabtu, 22 Maret, 2008 dan ditulis oleh Muhammad Nur Rochmi.

Mengadopsi dari luar negeri. Itulah yang dilakukan Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) dalam kegiatannya. Program Berburu (Berbudaya Itu Seru), misalnya, digarap dengan merujuk pada budaya masyarakat Washington, DC, Amerika Serikat. “Yang baik saja yang kami ambil,” kata Rusdi Indradewa, Ketua JBRB.

Dalam program Berburu, anak-anak bimbingan komunitas diajak antre dan membuang sampah pada tempatnya. Gerakan seperti ini juga dilakukan sebagian warga Washington, DC.

Di ibu kota Amerika Serikat itu, kata Tasa Nugraza Barley, salah seorang penggagas JBRB, setiap taman tampak begitu bersih. “Padahal petugas kebersihan sangat minim,” tulisnya dalam surat elektronik kepada Tempo. Warga di sana, dia menambahkan, tidak akan membuang sampah seenaknya. Jika tidak menemukan tempat sampah, mereka akan membuangnya di rumah.

Warga di Washington, kata Tasa, juga tertib dan rela antre. Suatu saat, pada 2006, Tasa menumpang bus ke luar kota. Sesampai di kota tujuan, rupanya tidak tersedia halte khusus bus. Bus hanya akan berhenti di pinggir trotoar. Hebatnya, calon-calon penumpang otomatis membentuk baris antrean. Padahal tidak ada petugas bus yang memberikan instruksi.

Coba bandingkan dengan kondisi di Jakarta. “Alamak,” kata Tasa, “Bikin antrean tanpa bantuan petugas jelas sangat sulit terjadi.”

8 Responses to "Mengacu Pada Washington"

jadi mending jangan pulang ke jakarta, minyak tanah akan dikonversi dan harganya mencekik leher karena dulu seliternya Rp 700 sekarang jadi Rp 7500-Rp 8500an, premium jugak seliternya sekarang Rp 4500, gas elpiji gosipnya bakal naek dari Rp 50 ribuan jadi Rp 70 ribuan, beras juga akan naek.

emang sih, kalo di ilmu ekonomi, kenaikan harga itu wajar dan gak perlu dibikin pusing. iya, tapi buktinya banyak orang yang stres dan pusing gara2 ini, bahkan ada ibu yang tega membunuh anaknya karena merasa gak sanggup menghidupi anak2nya karena apa2 serba naek (berdasarkan pengakuan pelaku).

mending DC forever, hehe.

btw, selamat masuk Tempo, aku baru tau nih, tambah sukses ya amin­čÖé

Hehehe ….

Itulah yang kurasakan Mas Tasa selama ada di Jakarta.
Hmmm… andai aja semua warga Jakarta perilakunya niru-niru warga di Washington DC. Pasti Jakarta akan lebih baik dan bakalan semakin membaik dalam hitungan hari.­čÖé

Dan, aku setuju juga sama mbak Yonna !!

Yonna: Jadi jangan pulang nich? Hehe.

Izmi: Bisa kok orang Jakarta lebih berbudaya, asalkan Berburu dijalankan di setiap sekolah di Jakarta. Hehe. Sukses!

@Tasa
iya gue melarang elo pulang ke Jakarta, kasian ma cewek lo, itu maksudnya hahaha:mrgreen:

Buset cepet banget balesnya. Kerja kerja! Whahaha.

kali ini arwah gak tenang kalo permintaan gue gak dikabulin, makanya ngawasin layar komputer, nah elo ndiri ngapain, hayo selesein thesis, cepaaattt hahaha

Ma kasih atas nasehatnya ya? terpaksa aku comment di sini karena ga ada shoutboxnya yg aku cari

Yonna: Semoga sudah tenang yah sekarang. Lol.

Nartono: Mari sama-sama belajar. Nanti kita buat shoutbox deh­čÖé

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: