Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Happy New Fear 2008!

Posted on: December 21, 2007

Happy New Year Fear 2008!

Dalam 10 hari 45 menit satu angka terakhir tahun di pojok kanan bawah layar komputer kita akan berubah dari “7” menjadi “8.” Ya, tidak terasa sudah berganti tahun lagi. Wooo, tapi tunggu dulu, apa memang benar tidak terasa? Kalau sampai tidak terasa berarti tahun 2007 ini sia-sia, donk?

Dan semakin saya meneruskan tulisan ini, hitungan mundurnya semakin kecil, dari tepatnya 10 hari 45 menit mungkin sekarang tinggal 10 hari 41 menit.

Anyway, mungkin banyak dari kita yang akan mempersiapkan Resolusi 2008. Semoga harapan teraih dan impian jadi kenyataan, tapi jangan lupa usahanya!
Buat saya, masih sebagai sekuel dari tahun- tahun sebelumnya, satu tema di tahun ini: Fears.

Bukan apa- apa, bukannya tidak mengharapkan keadaan yang lebih baik, tapi justru kita menginginkan yang lebih baik. Kita selalu punya harapan bahkan sering terbuai dalam impian dan khayalan. Nah, untuk membuat Resolusi 2008 ini tidak begitu datar dalam plot protagonis dan kita bisa berusaha lebih baik, maka ketakutan itu perlu.

Seperti anak kucing lucu yang menggigit potongan paha ayam goreng kita, siapa sangka ia akan mampu melompati pagar depan rumah yang begitu tinggi dan berkawat duri saat kita mendekatinya sambil mengaum lebih galak daripada singa? Anak kucing itupun mengaum dengan galaknya meski dalam hatinya ia bingung mengaum karena marah atau takut. Ia pun berhasil melompati pagar tinggi berduri (yang bahkan kita tak bisa melompatinya dengan mudah) dan menatap kita seraya tersenyum puas.

Ia bisa saja dengan santainya melenggok di sela pintu gerbang halaman rumah jika tak ada apapun yang tiba- tiba meningkatkan adrenalinnya. Dalam pikirannya, ia toh akan mampu melompati (bila perlu melompat) pagar tinggi nan berkawat duri itu dalam satu atau dua minggu ke depan saat ia sudah sedikit lebih dewasa. Tak perlu melompat dengan detak jantung dua kali lipat dan bulu- bulu yang terangkat seperti tertarik daya magnet yang sangat kuat ke arah atas.

Kita pun bisa seperti itu. Kita tahu banyak orang yang hobi membuat daftar resolusi tahunan. Tapi hanya beberapa yang berhasil mewujudkan beberapa rencana-rencana yang mereka buat. Tengok saja kembali apa yang kita inginkan di awal tahun lalu. Ingin nilai pelajaran lebih baik, ingin bekerja lebih semangat, ingin menurunkan berat badan, dan ingin menurunkan harga beras hanyalah beberapa contoh umum. Tapi di otak kita ada virus ah-nanti-aja yang membuat rencana-rencana yang sudah tersusun rapih ini berantakan. Target memang telah kita tetapkan, namun bisa saja kita terlena dalam kesibukan dan khayalan yang tak jelas.

Rencana-rencana kita bisa dengan mudah berserakan semudah angin menghempas dedaunan kering di musim kemarau. Ini karena semua itu adalah rencana kita sendiri. Kita yang mengontrolnya. Kita yang memutuskan apakah rencana-rencana itu akan kita eksekusi atau kita campakkan ke keranjang sampah. Ini berbeda dengan resolusi perusahaan, misalnya target bulanan. Kalau kita tidak bekerja keras untuk mencapainya, bisa-bisa kita yang akan dicampakkan ke keranjang sampah.

Maka itu, hidup terkadang memerlukan ketakutan. Ketakutan yang membuat kita terbangun, yang membuat kita sadar bahwa kita harus melompat. Ketakutan yang akan terus mengejar bahkan menggilas kita bila kita tak menyadari bahwa dia ada.

Ketakutan, setidaknya akan menimbulkan dua reaksi: kita akan menutup mata dan terus berusaha menghilangkannya dari pikiran kita namun akan terus membayangi atau kita akan membuka mata kita melawan segala ketakutan yang ada dan berusaha menyudahinya (bukan meludahinya) sampai di situ dan tersenyum puas karena berhasil mewujudkan impian.

Happy New Fear2008! Let’s turn our fears into cheers!

2008 in 10 days 28 minutes

13 Responses to "Happy New Fear 2008!"

ah Ian mah nakut2in aja:mrgreen:

hehe, masa depan gak bisa ditebak, kita cuma bisa berusaha dan berdoa….semoga Allah SWT memberikan takdir baik untuk kita di tahun 2008 besok amin.

Setelah menjadi juara pertamax, dengan bangga saya ambil posisi keduax. Ah jadi inget mas EM, sekarang dia lagi rayain natal

Astaghfirullah udah ngetik panjang lebar taunya DC! Dasar 3G kejump!
Maaf yak jempolku sayang hehe.
OKE saya ambil juara ketigax dan hattrick horee!
Duh gak mut ah, di komen berikutnya aja ngasi yang serius dikit. 3G broke my heart:mrgreen:

Aku nggak ngeh sama komen ke-tiga hehehe…apa itu DC, 3G, dll…

Menanggapi komen pertama, tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti lho, juga bukan menebak masa depan. Saya hanya ingin mengajak pembaca untuk melakukan yang terbaik dengan bersiap diri akan adanya “the worst case scenario”. Dengan begini kita akan bisa lebih siap dari awal.

Dan memang takdir di tangan Allah SWT, tapi kita juga tidak tahu kan akan seperti apa. Maka itu kita berusaha maksimal, bukan hanya ikut nasib.

Gimana?

Ya betul prepare ourselves for the worst. Tapi jangan lupa untuk tetep fokus ma rencana kita. Jangan takut karena kesempatan yang hilang masih bisa diperoleh lagi, gue setuju n tercerahkan dengan pak Mario Teguh di bukunya Thousands of second chances. Fight your fear, make sure you have people who will always beside you, to support you, etc. Seperti lagu Phil Collins dance into the lights, berdansa menuju masa depan cerah. Thanks.

DC ya disconnect dong. 3G ya 3G.­čśÇ
Bisa jadi saran buat Ian nih, silakan dimasukkan ke list resolusi 2008: lebih menguasai terminologi teknologi.
Anyway, that was a really enlightening post. Thank you and Happy new fear 2008.

Dian:
Hahaha…memang nih agak katro abisnya kan ada beberapa kemungkinan dari singkatan itu. Kirain DC = Distric of Columbia hehe..apa hubungannya coba?
Terima kasih atas sarannya­čÖé Happy New Year too!

Happy new year to everyone at JBRB!

May the force be with you, and not the fear. *chuckles­čśÇ

yayayaya…happy new fear..ehehe

hahaha…
saya juga tipe yang suka bikin resolusi tahun baru…insya allah si dilaksanakan…semoga tahun ini juga kuat mental…heheh

happy new year!

Marisa:
Happy New Year juga…but fear is just the fuel­čÖé

Aul:
Ya mas Aul, semoga tambah sukses tahun 2008 ini!

Zahra:
Semoga kuat mental, apalagi di ITB hehehe…temneku alumni ITB juga suka bikin resolusi. Kyny anak ITB emang hobi bikin resolusi ya?

@Marisa
happy new year juga ya….

@all
hari ini adalah hari pertama kerja…..happy new job, new weekdays, etc….another year to live, selamat melanjutkan perjuangan ya.

selamat tambah umur bagi yang ultah bulan ini, selamat tambah tua ya hehe (gue sih masih lama ultahnya).

Ian:
kenapa emang kalo di ITB? Banyak cobaan gitu maksudnya? hahaha…kebetulan aja kali…*lirik-lirik, eh…iya yah banyak juga anak ITB yang bikin resolusi…tapi ni hobi banyak orang sedunia kali..hahahh…

mbak Yonna:
khusus saya selamat UAS…huweee….
*nangis stress…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: