Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Sindrom Orang Beken

Posted on: November 23, 2007

cek-ricek.jpgBeberapa minggu belakangan saya sibuk berkelana dan men-charge jiwa saya sehingga tidak dapat mengikuti perkembangan dan berita gosip yang biasanya hampir setiap pagi selalu saya tonton. Kalau tidak mengikuti gosip tentang selebritis Indonesia bisa dibilang gak keren dan kurang beken.

Ketika saya kembali menonton gosip pagi, saya melihat berita tentang Maia Ahmad yang membuat pernyataan menghebohkan: Suaminya Ahmad Dhani dituduh telah melakukan eksploitasi anak. Mendengar tuduhan sang istri, Dhani kebakaran jenggot dan balik menuduh kalau Maia telah memfitnah dirinya dan ini merupakan penghinaan besar bagi dirinya. Menanggapi berita tersebut, seorang teman saya dengan santai hanya berkata, “Biasalah, ini sindrom orang beken.” “Apaan tuh bro, gue gak paham,” tanya saya. “Masa lu gak paham ama yang begituan?” Jawabnya.

Menurut teman saya, sindrom orang beken adalah sesuatu yang lagi happening. Semua orang berusaha tampil untuk menjadi beken dan menjadi banci kamera, membuat berita jika tidak ada berita dan menjemput wartawan ketika tidak ada wartawan. Sindrom ini telah merusak banyak orang, bukan saja yang menjadi subjek sindrom tetapi si objek sindrom juga bisa terkena efeknya. Tidak hanya orang dewasa, anak kecil pun telah terjangkit sindrom orang beken ini. Menurut teman saya, ada berbagai urutan sikap manusia dan hubungannya dengan sindrom orang beken:

Sikap Yang Positif

1. Percaya Diri (Confidence)

Percaya diri adalah sikap yang baik yang harus dimiliki oleh tiap manusia karena tanpa rasa rasa percaya diri maka impian tidak akan pernah hadir dalam tiap diri manusia. Percaya diri telah membuat bangsa Jepang bangkit setelah hancur lebur oleh Bom Atom Sekutu, percaya diri juga telah membuat Ucok Baba menjadi seorang artis terkenal, dan percaya diri pula yang membuat banyak orang tersenyum bahagia pada pagi hari ini. Percaya diri memang bukan segalanya tetapi segalanya harus dimulai dengan rasa percaya diri. Kenapa kita harus percaya diri? Karena dengan percaya diri kita telah menunaikan rasa syukur kita kepada Allah SWT yaitu menerima apapun yang Allah telah berikan kepada kita.

Sikap Yang Negatif

1. Tidak Percaya Diri (Lack of Confidence)

Tidak percaya diri adalah sikap manusia yang banyak sekali dijumpai saat ini. Kemiskinan, pendidikan rendah, atau penampilan fisik yang kurang membuat banyak orang yang tidak pede dan menjauhkan diri dari lingkungan yang menurut mereka terlalu tinggi. Tidak percaya diri adalah sebuah penyakit yang sangat berbahaya, karena dengan membuat batasan pada pemikiran dan gambaran dirinya orang yang bersangkutan tidak bisa berkembang. Yang paling parah adalah banyak orang pada tingkat ini akhirnya tega membunuh impiannya sendiri.

2. Kompensasi

Kompensasi adalah gabungan antara Lack of Confidence dan Over Confidence. Kompensasi adalah sikap yang paling banyak dijumpai di masyarakat Indonesia. Sebagai seorang individu mereka sangat tidak percaya diri tetapi ketika berkumpul, memakai seragam kebesaran, dan mendapat dukungan koneksinya mereka akan menjadi orang yang terlalu percaya diri bahkan terkesan norak. Sikap kompensasi banyak ditemui di beberapa perkantoran misalnya seorang satpam yang biasa Yes Bos dan selalu membukakan pintu untuk para koruptor ketika mau turun dari mobil mewahnya tetapi tidak melakukan hal yang sama untuk bukan koruptor yang turun dari mobil sederhananya.

Sikap kompensasi juga banyak ditemui di beberapa kalangan pelajar dan mahasiswa: Nyalinya hanya muncul ketika sedang ramai, tongnya hanya bunyi ketika yang lain bunyi, dan ketika berantem pun lebih memilih tawuran daripada satu lawan satu. Sikap kompensasi juga dapat ditemukan pada para oknum berseragam dan bersenjata, dengan seragam kebesaran dan laras pendeknya mereka petantang-petenteng seakan-akan mereka adalah yang terbaik dan terbesar di negeri ini.

Sikap kompensasi juga ditemui pada beberapa geng motor, kelompok suporter sepakbola, dan geng pelajar. Biasanya kelompok ini adalah kelompok yang tidak mempunyai reputasi tetapi ingin kelihatan eksis di dalam lingkungan masyarakat. Sikap kompensasi juga ditemui di beberapa anak pejabat, anak koruptor, dan anak angkatan di negeri ini. Bawa mobil mewah padahal mobil bokap, menghambur-hamburkan duit padahal duit nyokap, terus yang mau dibanggain apa? Jawab dong kalau bisa.

Akhirnya sikap kompensasi bisa ditemui pada para petinggi negeri ini. Di dalam rapat hearing antara anggota DPR/MPR dengan salah satu departemen pemerintah, banyak anggota DPR/MPR yang telat hadir tetapi ketika datang bukan segera mengikuti rapat tetapi sibuk mencari laporan absensi, “Absennya mana, absennya mana?” Teriak seorang anggota dewan kepada temannya.

3. Terlalu Percaya Diri (Over Confident)

Menurut teman saya, over confidence adalah awal dari sebuah kehancuran individu dan sebuah negara. Over confidence membuat orang jadi lalai dan terlena lalu lupa bahwa dunia itu penuh kompetisi, karena sekejap saja Anda lalai maka akan ada yang lebih baik dari anda. Over confidence bisa juga disebut sikap meremehkan sesuatu hal.

Sebagai contoh, pada tahun 1980-1990an bangsa Indonesia membanggakan dirinya sebagai salah satu yang terbaik di Asia Tenggara, banyak pelajar dan mahasiwa dari negeri seberang yang belajar di negeri ini. Tetapi beberapa tahun belakangan hal seperti ini hanya sebuah mimpi. Saati ini, Malaysia dan Singapura yang boleh bangga karena mereka telah menjadi negara yang jauh lebih baik dibandingkan Indonesia. Dan setelah memiliki ekonomi yang kuat, kedua negeri itu mulai berani menancapkan eksistensinya di Indonesia.

Contohnya pencurian pasir, pengambilan pulau, sampai eksistensi Temasek Holdings yang dengan perkasaannya berhasil mempunyai saham mayoritas silang di Telkomsel dan Indosat. Bagaimana pendapat Anda?

4. Narsis

Tidak ada sebuah kata yang bisa mendefinisikan apa itu narsis. Tetapi menurut teman saya narsis lebih dari sekedar over confidence. Narsis adalah sikap ingin dianggap dan ingin dihargai sebagai individu yang eksis. Narsis juga bisa digambarkan dengan sikap, “Hey lu liat gue dong, gue ada nih.”Narsis dan kesombongan sangat tipis perbedaannya, narsis dengan keangkuhan juga tipis perbedaannya. Orang-orang narsis bukan hanya bisa menjadi musuh dalam sebuah lingkungan, kebencian, pertengkaran tapi bahkan baku hantam bisa bermula dari sikap narsis.

5. Sindrom Orang Beken

Ini adalah penyakit paling bahaya yang dijumpai di masyarakat. Menganggap dirinya public figure, contoh, idola, atau teladan bagi masyarakat. Sindrom orang beken adalah penyakit yang muncul ketika dirinya merasa telah menjadi orang beken di masyarakat, celetuk teman saya, “OKB di, OKB apaan tuh?” “Orang Kaya Baru,” Sahut saya “Bukan dodol, Orang Kaya Bajingan.” He-he-he.

Dulunya hidup biasa-bisa saja tapi ketika mulai terkenal dan bergelimang berbagai kenikmatan jadi sibuk angkat popularitas. Seseorang yang terjangkit sindrom beken akan mulai bertingkah, mulai belagu, dan mulai mencari muka di depan masyarakat luas dengan dandanan yang aneh, sedih sendu yang menjijikan, dan omongan yang ngebuat kepala pusing. Harusnya mereka sadar bahwa mereka adalah konsumsi publik tiap hari.

Publik yang berpendidikan mungkin tahu mana yang buruk dan baik, tetapi orang-orang di desa menyerap itu semua tanpa disaring mana yang baik dan mana yang buruk. Apakah Anda sadar banyak gadis di kampung-kampung yang rela menjual keperawanan mereka hanya untuk berdandan seperti Anda? Ini Indonesia Bung, negara dengan budaya terluhur di dunia.

Sekarang coba Anda pilih di mana tingkatan sikap Anda? Tidak ada manusia yang tidak pernah salah, dan akan selalu ada waktu untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat. Indonesia memang butuh Revolusi Budaya!

9 Responses to "Sindrom Orang Beken"

Sindrom orang beken efeknya memang luar biasa, contohnya uang, “Money is not everything, but the only things”, dengan ada nya uang yang bergelimpangan di tangan (entah uang orang tua atau uang sendiri) kita seakan2 medewakan hal tersebut,karena uang bisa mengendalikan (put into control), tapi kalau kata iklan nya master card “there’s something money can’t buy” alias (priceless) yaitu Hati dan Pikiran. Selama hati dan pikiran kita tidak bisa di beli, saat nya merubah negara ini setidaknya kembali ke era 1980-1990 an. Saat nya Revolusi Budaya.

@Udiot,
Gimana perjalanan spiritualnya?

Waduh kl gw emang narciz gimana donk? he3­čśŤ

Wah, Indonesia emang makin aneh aja. Semakin banyak orang yang gila pamor, maunya cepat terkenal supaya bisa dapat uang cepat.

Bisakah aku jadi orang beken
terkenal hingga setara supermen
jadi model ataupun pemain ben
jadi atlit atau jadi sinden
asal beken
kayak betmen
jiwa ragaku pertaruhkan asal aku bisa jadi beken
ingin beken
aku juga ingin beken
(Pingin Beken-P Project->plesetannya Breath Again)

@Udi
yang sabar ya mas?!:mrgreen:

emang enak jadi orang beken, dikenal di mana-mana, temennya banyak, dll.

cuma gak enaknya, giliran perlu duit, cari utangan, ngajak bisnis bareng, minta setor modal buat bisnis, ngajak MLM dll pasti mereka akan menghubungi kita jugak apalagi kalo tau rumah kita…mungkin disambangin tiap hari.

jadi beken itu gak selamanya enak, privasi terganggu dan dimintain duit mulu….kecuali kalo emang kepengen digangguin dan kebanyakan duit silakan aja menjadi beken:mrgreen:

Jaman skrg yg penting emang BEKEEEN. haha

hmmm..lagi-lagi soal pendidikan yang jadi musababnya ya bung. pendidikan yang saat ini bukan lagi sekedar kurang dan dianaktirikan, tapi juga pendidikan yang tengah salah membaca peta. sehingga kasus-kasus gegar budaya seperti yang bung sampaikan dimuka, jadi teramat sering kita harus jadi saksi matanya. muak. karena sekalipun kita coba menghindarinya, cekokan paksa pertunjukan menggelikan yang seperti bung uraikan seakan harus kita konsumsi tiap hari. lagi-lagi, ini karena soal pendidikan. ya, pendidikan yang sampai sekarang ini masih terus jadi pemain cadangan di negeri ini. ya, pendidikan yang sampai sekarang ini masih terus mengalami salah kaprah di negeri ini. ah, saya jadi ingat kata howard gardner yang punya teori soal intelegensia (kecerdasan) ganda. setelah menemukan tujuh jenis kecerdasan manusia pada dekade 80an, gardner ajukan lagi dua jenis kecerdasan yang ditemukannya pada manusia di tahun 1999 lalu. jadilah kini kita mengenal kecerdasan linguistik, matematis-logis, kinestetik, ruang-visual, musikal, interpersonal, intrapersonal, lingkungan, dan eksistensial. semua jenis kecerdasan tadi bisa ada pada manusia. bisa juga hanya satu atau dua jenis di antaranya saja. tetapi tidak mungkin jika seorang manusia tidak memiliki satu saja di antara jenis kecerdasan yang kata gardner ada sembilan macam tadi. bisa jadi gabungan beberapa jenis kecerdasan, atau semua jenis kecerdasan, atau dominasi hanya satu jenis kecerdasan itu tadi yang cenderung membentuk pola perilaku sosial seseorang dalam bermasyarakat. namun hal tersebut yang selama ini belum tersentuh oleh pengambil kebijakan pendidikan negeri ini. fokus utama sepertinya melulu soal kecerdasan matematis-logis. diukur angka. dinyatakan dalam bilangan. padahal manusia punya tiga unsur penting. selain fisik, jiwa dan pikiran juga aset berharga manusia. hati adalah kunci. organ tubuh paling bertanggung jawab terhadap segala tindak tanduk dan polah perilaku manusia. hati bisa berubah. hati bisa diubah. mungkin bahasan ini bisa melebar lagi pada tingkatan sejauh mana kecerdasan spiritual seseorang itu dimiliki. lagi-lagi, ini soal pendidikan. tentu tabir ini takkan pernah terbuka jika selama hidup, yang melulu dicekokkan hanyalah berbagai standar konyol soal pendidikan yang tengah salah membaca peta di negeri ini tadi. jadilah banyak orang terus memendam hasrat untuk memakai topeng orang lain dan menihilkan jati diri. jadilah banyak sekali terjadi aneka tren tidak penting yang menggelora tiap hari di negeri ini. jadilah kita masih terus menerus terkungkung dalam budaya konsumsi. padahal kita kaya potensi dan semestinya bisa berproduksi. banyak sumber daya alami yang bikin banyak negara lain iri. banyak kekayaan berbagai dimensi yang seringkali bikin negara lain keki. sayangnya kita belum mampu mandiri. lagi-lagi ini soal pendidikan yang belum diseriusi. jadi, tunggu apalagi. mari kita bangkit mulai hari ini.

“Ini Indonesia Bung, negara dengan budaya terluhur di dunia.”

Yah.. betul sekali, mengapa begitu banyak nyua org kita yg tidak sadar akan “kemewahan”, “kekuatan” dan “keindahan” ini, yaitu : “KELUHURAN” .

Sory bos, cm TIMUR yang punya budaya malu. Barat?
i dont think so.

Dan silahkan cb lihat hasil survey, org mana yg paling banyak yang tidak bahagia..?? B..A..R..A..T . Mau lihat perjalanan akhir artis” mereka?? Liat aja si Britney sekarang.. yg udah jd tukang nyolong dan suka telanja** di depan umum.. How come?? Karena mereka pake BUDAYA MANUSIA! (ga bakal bahagia..)

Kl TIMUR itu patokannya adalah BUDAYA TuhanNya *masing2.

Lihat rendah hatinya org Jepang yg menyembah di kuil-kuil. Lihat juga India, China, Melayu dan Indonesia (YANG DULU).

Kita punya Nilai-nilai / “Value” yg teguh kita anut, yang menyerempet dengan nilai-nilai Ke-Tuhanan. Sedangkan Barat menjauh dari nilai-nilai tersebut.

SIAL nya. Barat lebih jago dalam hal PR-ing. mengemas suatu budaya (dengan dibantu oleh para setan). Dengan jagonya menjadikan gaya hidup Hedon mjd gaya hdp org Asia.

Mau jd kaya Paris Hilton. Britney Spears. dll??

Pikir-pikir dl lah..

Knp ga pada pgn jadi Titiek Puspa, Siti Nurhaliza atau F4 sih? hehehe…

GO EAST, GO EAST, GO EAST!!!!

Bagaimana dengan Anda sendiri Bung Udiot? Saya yakin Anda juga ingin jadi beken, dan kalau sudah beken apakah Anda bisa jamin kalau Anda tidak menjadi seperti badut-badut tersebut yang selalu kita lihat di TV? Ayo jawab!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: