Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Dasar Muka Duit!

Posted on: August 15, 2007

ged-dpr.jpgBerkunjung ke Gedung DPR beberapa waktu lalu menyisakan berbagai macam pertanyaan dan kebencian di dalam hati. Melihat lalu lalang mobil-mobil mewah yang dimiliki si “pemilik-gedung,” tawa canda serta berbagai macam atribut kesombongan yang dibanggakan mereka semakin membuat dada ini sesak. Beberapa saat saya diam sejenak melihat tingkah laku beberapa orang dari mereka, tiba-tiba beberapa teman saya datang untuk menemui salah seorang anggota DPR untuk memberikan sebuah surat permohonan melakukan audiensi.

Sesampainya di sebuah ruangan milik salah seorang anggota DPR yang dituju, kami memberikan surat kepada sekretarisnya, karena sang anggota sedang berlibur, dengan nada sedikit menyentil saya bertanya “Hah, libur? Yang bener Pak?” “Iya libur kan sekarang lagi reses?” Jawab sekretaris tersebut. “Berapa lama Pak liburnya,” tanya saya penasaran. “Yah, palingan 10 hari.”

“Hah, 10 hari?!” Dengan penuh kebencian di dalam hati saya berteriak, “Are you F***ing crazy?” “Seenaknya lu reses, dasar kampret, yang bayar lu tuh rakyat. Emang korban Lapindo ada reses, orang miskin ga bisa Sekolah ada reses, orang miskin mati karena ga bisa bayar pengobatan ada reses? GILA BANGET LU YAH!”

Dengan penuh kebencian, emosi, dan perasaan campur aduk, saya dan teman-teman bergegas meninggalkan ruangan tersebut tanpa memikirkan apakah surat yang saya bawa sampai atau tidak. terbaca atau tidak. Hati ini sudah terlanjur benci.

Sepulang dari gedung tersebut saya bertanya dengan salah seorang teman yang kebetulan adalah anak dari salah seorang anggota DPR yang sebelumnya juga sempat mengantar saya ke gedung DPR, “Emang apa sih tugas DPR?” Dengan santai Ia menjawab, “Yah secara umum sih sebagai pengawas atau pemonitor eksekutif” “Oooh, pengawas?” “Iya jadi DPR itu mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menjalankan sebuah negara,” sambungnya. Lalu saya bertanya, “kalau owner dari negara itu adalah rakyat artinya pemerintah adalah manajemen dan DPR adalah komisaris, bener gak?” Lalu teman saya menjawab, “Ya, kaya gitu kali deh.”

Walaupun jawaban yang diberikan oleh teman saya terkesan penuh keraguan, tetapi membuat saya berpikir. Kalau owner dari Negara itu adalah rakyat, pemerintah adalah manajemen dan DPR adalah komisaris, mengapa manajemen dan komisarisnya lebih sejahtera dari owner? Bukankah SEHARUSNYA si owner mempekerjakan dan memilih mereka untuk membawa kemakmuran, kesejahteraan dan kewibawaan bagi owner? Tapi ketika si owner sedang bangkrut, kok si komisaris malah pergi berlibur, EMANG GINI YAH NEGARA ini? Wah Kacau Juga Yah.

Sebuah pembelajaran yang sangat mengesankan. Penuh teori, makian, dan emosi itulah yang selama ini saya rasakan sebagai rakyat melihat ulah para anggota DPR. Saya tidak tahu apa yang dikerjakan mereka, walaupun ada pepatah “Don’t Judge The Book by Its Cover,” tetapi memang begitu lah adanya. Hampir semua yang dikeluarkan oleh DPR adalah keputusan atau kebijakan yang penuh teori dan jika begini adanya sangat pantas apabila untuk menjadi anggota DPR tidak diperlukan sebuah Fit and Proper Test, karena toh semuanya hanya teori di dalam gedung, teori dalam di buku, teori di dalam koran, dan teori di atas muka duitmu! Sangat rendah harga dirimu, dasar muka duit!

Kalaupun memang mereka sudah kaya sebelum menjadi anggota DPR, mereka harus sadar bahwa mereka adalah wakil rakyat, mereka adalah representasi rakyat di negara ini, maka hidup sederhana bung! Jangan sombong, jangan biarkan pemuda-pemuda macam saya terlalu membenci kelakuan Anda semua. Semoga Allah SWT memaafkan khilaf saya ini yang telah menghina Anda.

–Karena Jakarta Butuh Revolusi Budaya–

23 Responses to "Dasar Muka Duit!"

booo….itu belum parah…..yang lebih parah masih banyak dan semoga Udi gak perlu mengalaminya­čÖé

Begitu buruknya penghuni gedung tersebut ya, selagi rakyat menderita ee….. si bocah malah liburan juga. Yoek kita buka borok-nya lembaga tersebut.

uwaaa… as you see, apakah anggota dewan mendengarkan suara rakyat? dimanakah mereka saat di indonesia timbul segala macam permasalahan? dari kasus lapindo, pasar turi, dan masih banyak hal lainnya yang hanya hangat di awalnya!!! tapi setelah 1 minggu kemudian melempem!!! apa tindak lanjutnya?? jangan hanya membahas permasalahan yang menghasilkan keuntungan besar bagi mereka.. dimana kejujuiran mereka saat kasus Rokhmin terungkap?? semuanya busuk, busuk, dan busuk.. seperti telur busuk, bagus di luar tapi bau didalam, bau nya najis…

sebenarnya, tidakkah mereka berpikir dana yang digunakan untuk menggaji mereka berasal dari rakyat?? kalau hanya kinerja anggota dewan “Yang Terhormat” seperti itu, tukang parkir juga bisa melakukannya.. saya lebih setuju dengan prinsip Gus Dur : Bubarkan Saja Mereka!!! semoga mereka diterima di sisi-Nya..

Whahaha, dasar kampret lu. Enak aja maki-maki orang, lo gak tau apa anggota DPR itu kan manusia juga?

Menurut gue jangan dimaki-maki, tapi ditimpuk! Kalau cuma makian udah pada kebal mereka, anggota DPR itu udah kayak supir metro kupingnya pada budek! Whahaha.

hehe jangan kepanjangan sewotnya karena ini kejadian nyata…

saat wakil rakyat tersebut masih muda, kayak kita ini lah, rata-rata mereka juga berpikiran serupa dengan kita terhadap kelakuan wakil rakyat jaman doeloe.

tapi waktu sebagian dari mereka duduk di kursi parlemen, naaahh baru deh gak bisa tahan ma enaknya dapet duit banyak tapi gak usah kerja keras. akhirnya mereka menanggalkan idealisme dan harga diri. kenapa mereka berubah? karena baru tau enaknya DUIT? nagih neeekkk:mrgreen:

jangan ampe kualat atau ketula….kelak kalo ada temen2 yang jadi wakil rakyat?!­čÖé

HAhhaha bisa aja si Yonna..justru begini enaknya masa muda sibuk kritik sana, kritik sini tapi yang penting klo udah tua banyak-banyak minta maaf dan mohon ampun heheh…Yaudah makanya dong didoain supaya jangan kualat heheh

nah..inilah yang sebenarnya mau gw tulis..tapi berhubung gw merupakan salah satu dari yang mereka awasi, ya ga bisa deh nulis (perintah atasa..Be, lu jangan konyol..lu masih cari makan di negara ini..hehehe)

dan jika begini adanya sangat pantas apabila untuk menjadi anggota DPR tidak diperlukan sebuah Fit and Proper Test, karena toh semuanya hanya teori di dalam gedung, teori dalam di buku, teori di dalam koran, dan teori di atas muka duitmu! Sangat rendah harga dirimu, dasar muka duit!

Hahaha..mereka malah nge-Fit & Proper Test orang orang tuh..heheh, kacau dunia­čÖé

Tapi kata sumber yang juga anggota DPR, masih ada sekitar 15% dari mereka yang masih peduli. Dengan beliau pula gw berani berkata bahwa rakyat melihat anggota dewan sebagai “manusia terhormat yang nyaris tak tersentuh”, sehingga para rakyat kecil ini memilih untuk menyalurkan aspirasi mereka secara salah alamat ke gw, salah satu antek pemerintah­čÖé

Maju teruss!!!

Hahahha sukses be…

@Udi
sip ku doain supaya gak usah jadi wakil rakyat aja:mrgreen:

Wah jangan donk, aku malah ngedoain udiot jadi wakil rakyat…. Karena dia tahu permasalahannya, dan semoga bisa menjawab dari apa2 yang kita diskusikan di JBRB ini. Jadi negara bisa lebih baek

Ayo semangat Udi dkk, semoga kalian bisa jadi wakil rakyat yang arif dan bijaksana.

Kita tunjukkan mereka kalo kita bisa jadi solusi bangsa, gak asal ngomong n ngrecokin doank, dan kita buktiin kalo kita gak asal sok tahu.

Ok deniar thx atas doanya, aku cuma mau clearin aja bukan maksudku bahwa semua anggota DPR muka duit, banyak juga anggota DPR yang peduli sama Masyarakat apalagi sama konstituennya (ga tau deh ikhlas atau lagi bagi2 jatah menjelang pemilu akan datang) tapi tulisan ini hanya ditujukan bagi mereka yang menyadari bahwa mereka muka duit….klo ga sadar yah biarin aja nanti juga kena batunya…
heheh sekali lagi thx deniar semoga kita semua tetap diberi semangat berjuang dalam syukur, SUKSES

Sukses buat Udiot. Didukung jadi wakil rakyat! Gue yakin lo bakal jadi wakil rakyat yang gak muka duit! Kalo muka cewek mungkin iya, hehe.

Sukses.

Iya nih muka cwe tapi dilepeh mulu hehehe, tapi gapapa gw kan masih kuncup jadi biarkan gw mekar lalu jatuh menyentuh tanah heheh

Wah ntar Udi tergoda untuk korupsi gak kalo beneran jadi wakil rakyat????

Eh tapi kalo korupsi, bagi-bagi akika ya?:mrgreen:

Ehem….liat2 kondisi kerja wakil rakyat nanti aja. Kalo nanti wakil rakyat yang bener persentasenya lbh banyak daripada yang ngaco, baru deh silakan…..jangan sampe terjebak dengan budaya wakil rakyat yang udah mengakar tsb, pun kalo tidak terjebak palingan kita cuma bisa menyelamatkan diri dari korupsi.

Saya ingat ma pengalaman tetangga yang mantan wakil rakyat mewakili PKS, dia emang pintar, bersih, jujur tapi karena ulah wakil rakyat jahat lainnya akhirnya skrg terpaksa berurusan ma KPK dll, yah jadi saksi palingan sih, tapi yg namanya berurusan ma KPK…ooouuww never ever, walau cuma jadi saksi dan tidak salah apa-apa tetep aja kena getahnya.

Sekedar sharing, kali aja Udi beneran serius mau jadi wakil rakyat hehekekekek

Ga tau yah Yonna gw pikir sebenarnya Politik itu cuma alat buat dapet kekuasaan, Omong kosong di negeri ini ada yang bilang politiknya baik, bangsa ini udah masuk dalam political problems, siapa yang berkuasa dia akan mengimplementasikan visi dan tujuan partainya jadi visi dan tujuan bangsa ini, mau bukti ga?inget ga mantan pemimpin kita yang ga dateng pas pelantikan penggantinya, ga besar hati bgt kan, trus MUNGKIN karena kalah..partainya jadi oposisi, emang dulu Kita Merdeka ada Oposisi…Klo ngakunya berjuang buat wong cilik yah bukan jadi oposisi tapi bahu membahu bangun negeri, udah ga jaman deh ngomong ini peran gw..ini pran gw..sekarang jamannya apa yang bisa lu lakuin..YANG PENTING TUJUAN BUKAN PERAN…maaf…maaf yah banyak kok partai Islam di negeri ini tapi kebanyakan hanya menjadikan Rakyat sebagai objek dan bukan subjek dari demokrasi. Jadi sampai sekarang gw masih belum tertarik ke terjun ke dunia politik, tapi gw suka belajar politik dan wajib kita tahu ttg politik supaya kita ga dibohongin sama manusia-manusia tukang tipu yang suka sebar janji waktu kampanye..Gw mohon maaf bgt tapi gw ga setuju sama slogannya salah satu partai Islam waktu ngdukung Fauzi Bowo…Beramal Saleh dalam Keragaman…lu kira milih Fauzi Bowo beramal Saleh, Rukun Iman ke berapa tuh, Rukun Islam ke berapa tuh..klo pilih pemimpin kaya Rasulullah itu baru beramal saleh…mau ngedukung aja bawa2 Agama..parah ah..cuma mau kompensasi bawa2 Agama biar dikira religius yah..hehhe ngaca dulu sama kehidupan Nabi baru bilang udah religius…heheh…

yah namanya juga kampanye, maen njeblak aja kalo nulis spanduk, tapi akhirnya menang yah gak sia2:mrgreen:

ya bener, jangan asal terjun ke dunia yang tidak kita ketahui gimana medannya, bukannya takut mencoba, tapi menghindari hal konyol aja, kalo nekad yang ada malah terjun bebas dan pasti mati berantakan hehe.

cuma kalo mau contoh politikus amrik, pasti GBM bisa kasih referensi gimana dunia politik di sono, rata2 para politikus tsb sblm terjun ke dunia politik, sudah “memperkaya” dirinya dengan uang banyak, ada yang dulunya lawyer (ini yg paling banyak), aktor (Arnold Schwarzeneger jadi gub California, Presiden Reagan, dll) nah baru itu masuk dunia politik. Jadi mau disuap gak mempan abis udh kaya, udh gak butuh duit lagi karena duit yang bekerja utk mereka (woow enaknya kalo udh sampe level “uang bekerja untuk kita”). jadi bener2 kerja untuk kemajuan dan kebaikan, bukan ngejar harta dan nginjek2 rakyat kaya disini.

jadi orang kaya dulu baru masuk ke dunia politik, hmm sounds good­čśÇ

@ Yonna

Maaf, saya panggil Mbak/Mas atau Ibu/Bapak? Maaf ya sekali lagi­čÖé

Langsung nama aja ya Yonna
Kalo pengalaman gw berhubungan dengan mereka, sebenernya mereka juga kaya sebelum jadi ‘anggota’ koq. Gw takut dituntut..hehe ga bisa sebut nama di sini, tapi gw tau ada juga lawyer yang banyak jadi anggota di senayan sana. Tapi, mereka doyan banget koq ama duit. Percaya deh..soalnya (sebenernya ini rahasia, tapi gapapa, toh gw ga ngebeberin poin pentingnya..:P ), saat berbicara masalah ‘peng-gol-an’ anggaran, mereka bersedia menyetujui melalui panitia untuk hal kaya gitu, tapi kalo bisa dinaikin dikit tuh anggaran, biar bisa bagi2 kali..hehehe.

Intinya, semua tergantung orangnya. tapi koq gw ragu yah, orang2 di sana itu idealismenya bisa terjaga. Meskipun gw juga kenal sih anggota dewan yang cukup bijak dalam menyikapi hal-hal yang ‘sangat menggelitik hati dan pikiran’.

Oke di. sekarang bisa dibilang Politik itu cuma alat buat dapet kekuasaan, kotor, licik, kejam. tapi kenapa kita gak terjun kesana bertindak dan merubah politik itu sendiri, budaya dan citra politik itu sendiri yakan? karna politik merupakan salah satu pangkal permasalahan yang harus dibenarkan menurut saya.

@ABE
panggil Yonna aja, btw aku cewek kok jadi gak usah manggil Mas/Bapak segala ya:mrgreen:

yak tul, disini lawyer gak bener itu banyak, ada juga lawyer yang tipe markus (makelar kasus) hah…udah rahasia umum kalo lawyer itu begitu.

meski saya juga lawyer tapi bidangnya laen, kantor tmpt saya bekerja cuma nanganin transaksi bisnis, gak ke pengadilan, gak ngurus cerai apalagi artis….alhamdulillah jauh dari kerjaan haram dan mudah2an tetep begitu selanjutnya­čśÇ

nah, masalah idealis atau enggaknya, di negara sono hukum dan penegakannya ditegakkan, para warganya juga nurut, walau udh gitu tetep aja ada kejahatan tapi yang penting sistem di sana udah mapan, tanya GBM deh…­čśÇ

kepribadian seseorang terbentuk salah satunya dari sistem yang dijalankan, di sana kesejahteraan, ekonomi, dll bener2 bagus makanya “tidak memberikan” celah kepada warganya untuk melakukan korupsi, karena kebutuhan kehidupannya sudah terjamin, jadi peluang untuk melakukan kejahatan diminimalisir oleh sistem yang mapan dan pelaksanaan sistem yang konsekuen dan tidak pandang bulu. udah gitu, rata2 politikus sono udah di level uang bekerja untuk mereka, jadi mereka bisa melaksanakan idealisme tanpa takut kekurangan sesuatu apapun.

so, gak salah ada pameo orang pintar gak laku di Indonesia, bahkan Pak Habibie aja lebih betah tinggal di Jerman.

@ Yonna

Sip dah kalo gitu­čśÇ
Jadi gimana? Kita tunggu Bung Udi jadi anggota neh?huehehehe

Gue dukung Udiot jadi wakil rakyat, kita buktikan apakah dia muka duit atau bukan. Lol.

udi…..setuju dah gw sama lw !
emang tuh orang2 yang ‘disana’ bisanya cuma buang2 doit rakyat.

gw tunggu dah udi jadi wakil rakyat. ganbatte !!!!

Di sini ada cerita
Tentang cinta
Tentang air mata
Tentang tetesan darah

Disini ada cerita
Tentang kesetiaan
Juga pengkhianatan

Disini ada cerita
Tentang mimpi yang indah
Tentang negeri penuh bunga
Cinta dan gelak tawa

Disini ada cerita
Tentang sebuah negeri tanpa senjata
Tanpa tentara
Tanpa penjara
Tanpa darah dan air mata

Disini ada cerita tentang kami yang tersisa
Yang bertahan walau terluka
Yang tak lari walau sendiri
Yang terus melawan ditengah ketakutan!

Kami ada disini
http://www.pena-98.com
http://www.adiannapitupulu.blogspot.com

(Give your comment to change our future)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: