Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Sesak Napas Ini…

Posted on: July 20, 2007

Bank Dunia menempatkan Jakarta di urutan ke-7 kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Kairo di mesir secara mengejutkan bertengger di posisi puncak sebagai juara. Apakah kita kaget mendengar berita ini? Tentu saja tidak. Mungkin satu-satunya hal yang membuat kita warga Jakarta bingung dengan hasil penelitian Bank Dunia adalah kenyataan bahwa Jakarta tidak ditempatkan di nomer satu. “Ternyata ada toh polusi udara yang lebih buruk dari ini?”

Hidup di Jakarta sebenernya cukup mengasyikan, terutama untuk kawula muda. Jakarta menawarkan berjuta hiburan yang tampaknya tidak pernah berhenti. Warga Jakarta tidak pernah dipusingkan dalam memilih pusat perbelanjaan mana yang ingin mereka datangi hari ini, esok, atau minggu depan. Kalau dibandingkan, pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta jelas tidak kalah keren dari pusat-pusat perbelanjaan di luar negeri. Dilihat dari sisi hiburan malam Jakarta jelas luar biasa. Café, restoran mahal, dan club ada dimana-mana. Kalau teman saya Dakka pernah bilang, “Jakarta emang kagak ada matinye.”

Tapi di balik gemerlapnya pusat-pusat hiburan dan perbelanjaan di Jakarta, masyarakat Jakarta tahu persis betapa suasana “di luar” yang sebenarnya begitu menyedihkan. Kamu yang setiap hari harus menumpang angkutan umum sudah pasti tahu maksudnya. Kamu pasti sadar betul bahwa udara di kota Jakarta benar-benar bisa membuat sesak napas. Bahkan saking parahnya, seorang penderita asma mungkin bisa langsung mati mendadak apabila Ia harus berdiri sehari penuh di tengah sebuah perempatan jalan di pusat kota Jakarta. Coba lihat sekeliling kita. Hampir semua kendaraan umum sudah sangat tua dan tidak layak jalan, sehingga setiap kali seorang supir metro mini harus menginjak pedal gasnya dijamin knalpot busnya akan mengeluarkan asap hitam yang begitu pekat. Kendaraan umum bukan satu-satunya pihak yang bisa disalahkan karena kendaraan-kendaraan pribadi juga memberikan kontribusi yang sama besarnya terhadap kondisi udara di Jakarta. Belum lagi gedung-gedung beton angkuh yang membuang berbagai macam zat beracun ke udara melalui penggunaan mesin pendingin udara dan sebagainya.

Siapa yang bisa disalahkan? Pemerintah Daerah dan Pusat yang tampak tidak peduli untuk memperbaiki kondisi lingkungan hidup di Jakarta dan wilayah lainnya di Indonesia? Atau masyarakat Jakarta yang terus saja membuang sampah dimana-mana dan menjadikan perusakan lingkungan hidup sebagai sebuah hobi baru?

Aduh, napasku tiba-tiba terasa begitu sesak.

Foto diambil dari sini.

5 Responses to "Sesak Napas Ini…"

tenang….masih ada AC hehe:mrgreen:

ada kan iklan tentang polusi udara Jakarta yg saking parahnya sampe di scene iklan tsb, cowok yg mau bunuh diri pergi ke balkon dan menghirup udara langsung sekarat n mati.

mau napas tapi polusi, mau napas di air gak punya insang, mau tahan napas juga gak mungkin…capek de:mrgreen:

Setuju nich, udara Jakarta parah banget. Padahal gue yakin masyarakat Jakarta sangat ingin dapat berjalan-jalan menikmati suasana dan udara di sore hari, tapi mana mungkin?

Napas emang sesak euy kalo harus naik angkutan umum di Jakarta terutama Metromini, buseeet. Pengalaman gue 2 tahun harus pulang pergi naik metro kayaknya bikin gue bengek, hehe.

Whadda surprise..nice topic
rupanya komunitas ini ngga berhenti membuat perubahan pemikiran yang lebih baik, jujur gue jg ngalamin hal ini setiap hari, meskipun ada AC rasanya “beda”..not really fresh

Btw, jd ikut terinspirasi untuk ngejadiin “polusi” topik obrolan program radio gw

keep on guyz,gudluck

Hi Ghina,

Wah, boleh banget tuch dijadiin topik di Ramako. Sudah saatnya masyarakat Jakarta dan Indonesia sadar akan betapa pentingnya pelestarian alam termasuk udara. Isu ini tidak main-main walau warga Jakarta sepertinya sudah biasa mendengar keluhan-keluhan tentang buruknya udara di Jakarta. Indonesia yang masih terpuruk secara ekonomi ternyata semakin terpuruk karena pengrusakan alam yang tidak ada henti-hentinya, coba baca artikel ini.

Thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: