Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Hadapi Kenyataan!

Posted on: May 20, 2007

Menghadapi kenyataan, inilah yang seharusnya selalu ada dalam pikiran setiap insan manusia warga kota Jakarta. Dengan kondisi carut marut seperti ini Jakarta seakan tidak pernah bangun dari tidur panjangnya. Macet, banjir, kriminalitas tinggi, dan prostitusi adalah hal-hal yang biasa di kota Jakarta. Tetapi yang menarik untuk saya adalah sebuah kenyataan bahwa warga kota Jakarta semakin menunjukan siapa dirinya. KAMI adalah orang yang tidak berbudaya. Bukan sekedar sebuah retori yang menggumam di kepala tetapi sebuah pemikiran yang seakan tidak pernah berhenti bertanya, apakah ada bangsa di dunia yang setiap harinya hanya mencela dan tertawa? Apakah ada bangsa di dunia yang melecehkan pemimpinnya sendiri? Bangsa ini memang sudah kelewatan !!

Sementara bangsa lain sibuk dengan perkembangan teknologi informasinya, sibuk dengan penemuan barunya, sibuk dengan meningkatkan kekuatan untuk menjadi bangsa besar dan maju, bangsa ini hanya terus tertawa dan mencela. Bagaimana mungkin seorang Tukul dapat menjadi seorang yang dihargai masyarakat padahal hanya bisa tertawa dan mencela? Sedangkan anak bangsa yang memajukan bangsa ini lewat pendidikan tidak pernah mendapat perhatian? Bangsa ini sudah kelewatan.

Pak Efendi Ghazali apakah Anda merasa puas dengan acara Anda yang begitu rendah memberikan penghargaan kepada para pemimpin bangsa? Sangat pantas apabila dalam hati dan pikiran saya beropini bahwa Anda adalah seorang “Agen,” bukan Agen Perubahan tetapi Agen Pembodohan. Saya tidak tahu siapa yang berdiri di belakang Anda tetapi yang saya tahu Anda begitu senang melecehkan orang lain. Andaikan Anda menjadi seorang pemimpin lalu dilecehkan, yah semoga saja Anda sadar bung!!!

Bangsa ini harus berani menghadapi sebuah kenyataan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang tertinggal. Kita adalah negara peringkat 54 dari 55 negara dalam tingkat kompetitif SDM (benarkan kalau saya salah). Bangsa ini harus menghadapi kenyataan bahwa Malaysia dan Singapura begitu gagah, mereka berani menunjukan kepada dunia siapa dirinya sementara bangsa ini hanya bisa menangis dan berteriak, “kembalikan pulau kami wahai Malaysia, kembalikan pasir kami wahai Singapura,” Sementara mereka tertawa terbahak sembari mencela: KEMBALI KE LAPTOP!!!

Ada sebuah kisah yang menarik ketika saya terlibat dalam sebuah diskusi dengan seorang teman yang berasal dari Singapura. Ketika saya menanyakan kepadanya bagaimana pendapatnya mengenai kualitas Indonesia, dia hanya berkata, “Bukan saya mau men-judge negara Anda tetapi negara Anda adalah negara yang sangat bodoh dan kebodohan adalah awal dari kemiskinan. Ketika kami (singapura) sibuk belajar dan mempersiapkan diri, Anda tidur dan bermain gitar, ketika kami belajar untuk bekerjasama, Anda sibuk dalam pertengkaran. Ketika kami belajar untuk menjadi sebuah negara yang produktif, Anda malah sibuk menjadi negara yang konsumtif. Ini adalah kesalahan Anda sendiri, maka HADAPI KENYATAAN.Yang terpenting bukanlah buruknya masa lalu Anda, tetapi yang terpenting adalah masa depan seperti apa yang Anda ingin ciptakan. Kalian kehilangan seorang figur pemimpin dimana generasi muda Anda belajar untuk mengikutinya.”

Maka pada akhirnya, kita akan tersadar oleh sebuah kenyataan pahit bahwa kita telah memilih banyak sekali wakil rakyat yang bodoh. Mereka mengajukan Hak Interpelasi mengenai kasus Iran di Sidang DK PBB tetapi mereka seakan buta untuk mebangun kesejahteraan rakyatnya sendiri. Mereka tidak pernah ribut mengenai implementasi UUD 45, bukan sekedar konteks, tetapi esensi. Mereka tidak sadar bahwa esensi UUD 45 telah hilang, pencorengan pasal 33 dan 34 adalah sebuah bukti yang nyata “Fakir-miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Tetapi pada kenyatannya.

ORANG MISKIN DILARANG SAKIT.

ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH.

ORANG MISKIN DILARANG PUNYA RUMAH.

ORANG MISKIN DILARANG MATI.

Maka, hadapi saja ini sebagai sebuah kenyataan.

Foto diambil dari sini.

17 Responses to "Hadapi Kenyataan!"

wahaha,,,ayolah just open up ur mind!!…anda terlalu sibuk sepertinya pak udiot,,sampe kalo kata blur “And you’ve been so busy lately
that you haven’t found the time
To open up your mind”…

TukuL melakukan segalanya dengan Hebat..mengapa??yah..mari kita belajar menelusuri pikiran manusia dan kebutuhannya..

kalo kita sepi kita butuh teman
kalo kita haus kita butuh air
kalo laper makan donk..
kalo banyak orang stres,semakin banyak orang butuh tertawa..dan tukul seperti menembakan panahnya tepat pada SASARAN!!..

hehe..hehe..

pertanyaan adalah…

apakah anda sendiri sudah melakukan yang terbaik buat diri anda sendiri, untuk orang lain dan untuk negara anda?!!?

just wondering…!

Yah mungkin saya terlalu sibuk, sehingga tidak bisa membuka pikiran saya…tetapi apabila kita belajar menelusuri pikiran manusia dan kebutuhannya..Saya beranggapan analogi anda kurang tepat sasaran..Mengapa?

kalo kita sepi kita butuh teman
kalo kita haus kita butuh air
kalo laper makan donk..
kalo banyak orang stres,semakin banyak orang butuh tertawa..dan tukul seperti menembakan panahnya tepat pada SASARAn!!!

Sekarang pertanyaannya…Makan dan minum emang gratis?pastinya beli dong…trus belinya pake apa?pake uang dong…dapet uang darimana?kerja dong…mau kerja gimana?sekolah dong…nah klo orang indonesia stress karena ga punya uang karena bodoh trus apakah tertawa menyelesaikan masalah…???Apakah Tukul adalah jawabannya???
hehe..hehe..

wahaha,,,ayolah just open up ur mind!!…anda terlalu sibuk sepertinya bang dodo,,sampe kalo kata blur “And you’ve been so busy lately
that you haven’t found the time
To open up your mind”…

Hadi: Jawabannya adalah sedang berusaha, hidup adalah hari ini…sedikit usaha di tengah ketidakpastian sampai kapan anda hidup adalah sebuah cinta kepada Tuhan, sebuah komitmen dapat berarti intan, pemikiran dapat berarti permata, tindakan adalah emas, dan perbuatan adalah cahaya surga… Semoga kita semua dapat menjadi orang yang beruntung yang diberi umur dalam keberkahan, diberi rizki dengan keridhoan, diberi rahmat dengan penuh kecintaan, dan diampuni dari berbagai macam kesalahan…

Best Wishes…

halo udi, makasih yah udh dtg ke resepsi pernikahanku taun 2005 kmrn (udh lama ya)🙂

numpang nulis komen ye…

kalo gitu, di Jakarta khususnya…..kita gak boleh miskin karena kita gak boleh bodoh. gimana caranya supaya gak miskin? yang jelas gak boleh malas-malasan, gak boleh cepet nyerah dan putus asa.

hadapi kenyataan….tinggal di Jakarta itu mahal. cari kerja sulit, mau jadi pengusaha diuber-uber petugas pajak, sekolah mahal, kesehatan mahal, mau nyaman itu mahal banget.

orang yang mikirnya realistis pasti sadar sesadar-sadarnya kalo kerasnya hidup di jakarta harus diimbangi dengan sifat survival yang tinggi…..let your adrenaline alive, welcome to the competition.

gak harus menang tapi jangan sampe kalah……udah bisa hidup layak aja udah bersyukur banget.

so, jangan jadi orang miskin (harta, hati dan pikiran) ya……..salam buat kedua tuan rumah🙂

hei Yonna, apa kabar?iya aku inget kok…yang di Joglo yah waktu itu, i still have the picture with Ghina in that place..hehehe…

Thx yah udah dateng berkunjung…

Inti dari semuanya adalah semua harus mulai dari ambil tindakan diri kita sendiri.

Mulai dari hal-hal kecil dulu aja, jadilah orang kaya(bisa kaya ilmu, kaya harta, ato paling gak kaya hatinya) pasti deh banyak manfaatnya buat nih negara. Klo kita miskin boro-boro bantu orang, mikirin diri sendiri aja udah puyeng.

Apa yang sudah kita lakukan? Itulah yang menjadi pertanyaan paling penting.

Setuju dengan usulan bajing, apa tindakan dari diri kita?

Hidup ini semakin kompleks, romantika perjalanan hidup semakin beragam. Informasi mengalir begitu (terlalu) cepatnya, dinamika kehidupan semakin fluktuatif. Cepat benahi diri! Tak usah banyak bicara, terus lakukan pembenahan!

Sekian

Hadapi kenyataan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang bodoh! Hadapi kenyataan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang munafik dan tertindas. 350 tahun lamanya dijajah tidak membuat kita belajar akan betapa perihnya hidup diinjak-injak. Bangsa ini tetap saja menjadi bangsa yang terbelakang.
Bangsa-bangsa lain mentertawakan kita, “Hey guys, look at this country, what a stupid country. They are rich, they have everything but they just can’t use their resources. It’s super normal if African countries are totally poor because they don’t have anything, but Indonesia? Whahaha. Tell me what other countries can be worse than this one?”

Orang Jepang terkenal dengan etos kerjanya yang tinggi. Sehingga disana berlaku ungkapan: sedikit bicara banyak kerja. Tetapi orang Amerika suka sekali banyak bicara banyak bekerja. Sedangkan orang Indonesia pada umumnya menganut falsafah: Sedikit kerja banyak bekerja.

Orang Jepang membutuhkan hiburan di sela-sela kesibukannya, mereka adalah orang yang bekerja dengan determinasi yang tinggi. Stress karena tingkat kecepatan kerjanya.
Orang Amerika membutuhkan hiburan di sela-sela kesibukannya, mereka adalah orang yang bekerja dengan kemampuannya melihat sebuah peluang. Stress karena tingkat kecermatan kerjanya.
Orang Indonesia membutuhkan hiburan di sela-sela kesibukannya, mereka adalah orang dengan tingkat khalayan tinggi, bakat artistik tanpa mau kerja keras. Stress karena tingkat kebanyakan hutangnya.

Semua orang berhak untuk sibuk, tetapi pertanyaannya sibuknya untuk apa???

Sibuk baca blog ini😀

Kebanyakan omong doank sih, makannya perbanyak karya donk….

Hehehe karya yang kaya gimana lagi?ini aja juga karya…???

maaf, bukan kamu tapi orang-orang itu

[…] setuju dengan artikel dari sahabat spiritual saya Udiot, mari kita hadapi kenyataan […]

bang analisa tajam sekali, bang boleh nanya? sudah seberapa dalam menyelami kehidupan di jakarta?

Kalau menyelami ga seberapa dalam sih mba mai, umur saya baru 23 tahun..jadi saya hanya seorang anak dengan impian besar yang dalam kehidupan ini hanya ingin melihat semakin banyak manusia yang bahagia dalam hidup…cos life is beautiful..itu aja…thx yah kunjungannya di blog ini..Sukses

Bung Udiot memang luar biasa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: