Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Djokosantoso Moeljono: Bapak Revolusi Budaya Modern Indonesia

Posted on: May 1, 2007

Matang, tegas, dan bijaksana. Inilah kesan pertama saya ketika pertama kali bertemu dengannya. Beliau adalah Dr. Djokosantoso Moeljono, mantan Direktur Utama Bank BRI, yang mulai tahun 1993 menggantikan Iwan Prawiranata sampai dengan Agustus tahun 2000. Dengan berbagai pengalamannya menjabat sebagai komisaris, dirut, dewan pembina, dan dosen beliau berhasil mencurahkan pengalaman praktiknya ke dalam beberapa buku karangannya yang kesemuanya menekankan pada “Budaya.” Dari beberapa buku karangan beliau yang saya baca, seperti Cultured, Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi, Good Corporate Culture sebagai inti dari GCG, beliau benar-benar membedah budaya sedemikian jelasnya dan saya menyimpulkan bahwa beliau mendefinisikan “budaya” sebagai sikap, nilai-nilai, perilaku dan prinsip yang dimiliki oleh sekumpulan orang yang harus diberikan kepada generasi berikutnya. Di dalam buku-bukunya beliau banyak menguraikan kisah-kisah sukses perusahaan besar seperti General Electric (Jack Welch), McDonald’s, Singapore Airlines, dan BRI yang memperoleh kesuksesan karena menanamkan dan memberlakukan “budaya” di perusahaannya. Budaya tersebut menurut beliau bukan hanya diterapkan dalam keseharian saja melainkan telah mendarah daging dalam perusahaan dan SDMnya. Budaya bukan peraturan, budaya lebih berharga dari itu.

Ketika dikunjungi di kediamannya di daerah Jakarta Selatan, Djokosantoso banyak memberikan kritik terhadap generasi muda yang dinilainya telah menginjak-injak budaya Indonesia: mereka bangga dengan kebarat-baratannya padahal mungkin orang barat lebih “timur” dari mereka. Orang Indonesia malu mengakui budayanya sendiri padahal beliau yakin apabila budaya diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari maka bangsa Indonesia dapat menjadi sebuah negara yang maju. Dalam kesehariannya beliau senang menulis, hal ini terlihat dari laptop yang tidak pernah lepas dari pandangannya. Dalam silaturahmi tersebut saya saya diberi pesan yang mudah-mudahan akan selalu saya ingat yaitu untuk selalu menjadi orang yang sukses, “Anda tidak hanya perlu menjadi pintar, terampil, dan luwes tetapi ada faktor terakhir yaitu nasib.” Manusia memang tidak pernah terlepas dari nasib, oleh karena itu beliau menyarankan saya untuk lebih banyak memperbaiki diri menjadi hamba Tuhan yang baik karena Tuhan selalu memberikan ridho kepada hambanya yang baik.

Sebelum pulang tidak lupa saya meminta tanda tangan beliau di dalam buku-buku karangan beliau yang saya miliki. Setelah menandatangani buku-buku saya beliau mengenalkan saya kepada istri dan seorang putrinya. Dalam silaturahmi tersebut ada sebuah momen yang tidak akan pernah saya lupakan yaitu ketika beliau menanyakan pengertian earning tier one dan tier two. “Wah kacau nih,” ujar saya dalam hati. Beliau sedikit membentak saya dan berkata, “Katanya sudah mau lulus ditanya begitu saja tidak bisa. Mana nomer telp pembimbingnya biar saya telpon dan saya katakan kalau Anda tidak layak menjadi sarjana ekonomi.” Saya hanya bisa nyengir sembari menjawab, “Maaf Pak saya lupa.”

Walaupun pertemuan berlangsung sangat singkat tapi seakan-akan saya baru saja membuka sebuah gudang ilmu yang penuh dengan pengantar ilmunya. Pak Djoko saya berharap Anda dapat menularkan semangat juang Anda dalam membangun “budaya” di negeri ini kepada kami generasi penerus. Besar harapan kami agar semangat Bapak tidak pernah luntur oleh usia. Selalu teriring doa saya untuk Bapak.

Sudah berbagai judul buku dikarang olehnya dan salah satunya menjadi best seller yaitu Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi. Djokosantoso Moeljono memang layak disebut sebagai Bapak Revolusi Budaya Modern Indonesia.

9 Responses to "Djokosantoso Moeljono: Bapak Revolusi Budaya Modern Indonesia"

Boleh juga pemikirannya. Tapi orangnya yg mana ya? kok gak ada fotonya? Hehe.

Saya menaruh hormat kepada bapak Djokosantoso Moeljono yang melihat dunia perbankan dari kacamata budaya juga. baragkali saya dapat berkenalan dan meminta pendapat bapak tentang Galeri Publik, Jl. Diponegoro no.9, menteng Jaskarta pusat yang saya kelola.

Mas Revi bisa berkenalan dengan Bapak Djokosantoso Moeljono dengan mengirim email ke dsmugm@yahoo.com, terima kasih..

Karena banyaknya telephone yang masuk ke kami menanyakan hubungan Jakarta Butuh Revolusi Budaya dengan Bapak Djokosantoso Moeljono, Saya ingin menjelaskan bahwa Bapak Djokosantoso Moeljono bukan pembimbing dari Jakarta Butuh Revolusi Budaya. Akan tetapi peran beliau dalam menyebarkan “budaya” di masyarakat membuat kami menghargai beliau sebagai Bapak Revolusi Budaya Indonesia.

Terima Kasih

Rusdi Indradewa
Ketua Komunitas Jakarta Butuh Revolusi Budaya

To. Bpk Djokosantoso Moeljono.

There is nothing else to say to pak Djoko but “Thank You so Much”, you make a lot of people happy. That have a lot of meaning to us all.

Indonesia masih membutuhkan sosok seperti Bapak.

kahatur pa djokosantoso moeljono,
hapunten abdi nganggo basa sunda;
abdi teh kapincut ku bapa waktos bapa paparan di hotel cipaku acara pelatihan “kohesivitas budaye kerja”pt. ka; 17 desember 2008
maksadna hoyong nyungkeun advis keleresan abdi di humas pt ka, kumaha saena supados bod/kasubdit/dan teman teman lainnya komitmen ttg aplikasi budaya kerja “unggul” dina enggoning tebar kinerja sareng citra pt.ka

wass

sukendar mulya
u

pa djokosantoso moeljono;

hatur nuhun sateuacanna;manawi tiasa tepang atanapi
aya acara Insya Allah bapa dimana…abdi bade ngersakeun dongkap….
sakali deui punten….basa sunda

wass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: