Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Revolusi Budaya ESQ!

Posted on: April 21, 2007

“ESQ adalah Ultimate Intelligence (puncak kecerdasan) dan dengan itu seorang insan kamil mampu bekerja secara cerdas dan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayan terbaik, demi tercapainya tujuan perusahaan. Saya selalu mengajak teman-teman kami untuk membaca dan mendalami ESQ beserta Trainingnya.”

–Indra Setiawan mantan Dirut PT. Garuda Indonesia yang menjadi tersangka dalam kasus kematian pejuang HAM Munir–

Dalam artikel ini saya tidak ingin membahas mengenai Indra Setiawan dalam kaitannya dengan pembunuhan Munir dan saya juga tidak mengajak Anda mendalami lebih jauh mengenai ESQ tetapi saya ingin mengajak anda melihat fenomena ESQ dalam melakukan REVOLUSI BUDAYA!.

ESQ (emotional dan spritual Question) adalah fenomena yang sangat powerful dan luar biasa yang diperkenalkan oleh Ary Ginanjar Agustian. Fenomena ini telah membius para pemimpin perusahaan untuk membawa karyawannya mengikuti Training ESQ. Konsep yang dibawa ESQ mengenalkan konsep trilogi iman, islam, dan ihsan dalam keselarasan dan kesatuan Tauhid dengan menggunakan model mekanisme yang sistematis untuk me-manage body, mind and soul secara integral.

Sebenarnya apa yang menarik dari konsep ESQ sehingga konsep ini bisa demikian Fenomenal? Pada dasarnya konsep ESQ sama dengan konsep yang diajarkan secara tradisional tetapi yang sedikit membedakannya adalah ESQ mengenalkan konsep “revolusi budaya” dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana nilai-nilai ketuhanan dalam Asmaul Husna dibawa dalam perilaku sehari-hari seperti kejujuran, integritas, tanggung-jawab, kebijaksanaan, inspirasi, semangat kerja keras, dll. Nilai-nilai inilah yang kemudian dikenalkan oleh Ary sebagai nilai ilahiah yang ada dalam diri manusia. Konsep ketuhanan tidak hanya menjadi nilai filosofis, tetapi harus dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari (the way of life). Shalat harus dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, puasa harus dapat membuat manusia menjadi orang yang waras, zakat harus menjadikan manusia lebih peduli terhadap sesama, dan sehingga pada akhirnya ibadah dapat melahirkan value of life (kejujuran, integritas, dll) untuk tiap individu dan good culture dalam masyarakat. Dengan konsep inilah Ary telah berhasil membuat banyak korporasi yang mengalami kemajuan atau pertumbuhan setelah mengikuti Training ESQ.

Revolusi Budaya ESQ!

Revolusi budaya yang dilakukan oleh ESQ dapat membuat kita sedikit berbangga hati karena tidak sedikit masyarakat dari berbagai kalangan usia yang mengalami perubahan setelah mengikuti Training ESQ, mereka menjadi lebih baik dalam perilaku sehari-hari dan bukan tidak mungkin apabila pada nantinya impian Ary untuk menciptakan generasi emas bisa tercapai.

Revolusi budaya yang dilakukan oleh ESQ tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan dan dikembangkan oleh para powerful leader (spiritualis) di belahan dunia lainnya, seperti:

1. Soichiro Honda, pendiri Honda Motor dan pemimpin dari 43 perusahaan di 28 negara. Ia tidak memiliki harta pribadi dan tinggal di rumah sederhana. Bahkan ia tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya kecuali mengajarkan kepada mereka agar sanggup berusaha sendiri dan hidup mandiri. INILAH REVOLUSI BUDAYA!!!

2. Konosuke Matsushita, pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Grup Matsushita. Di akhir hayatnya, Ia menyumbang 291 juta US Dollar dari kantongnya dan 99 US Dollar dari kas perusahaan untuk kepentingan kemanusiaan. Moto hidupnya adalah Life isn’t only for bread. INILAH REVOLUSI BUDAYA!!!

Mereka bisa saja membangun imperium bisnis kelas dunia dan mereka pun memiliki kekayaan yang luar biasa tapi mengapa mereka mempunya perilaku yang luar biasa baiknya, kejujuran, integritas, disiplin, peduli terhadap sesama dan yang tidak kalah pentingnya mereka hidup dalam kondisi yang sederhana? Saya rasa jawabannya adalah para powerful leader di dunia mengkombinasikan kekuatan intelektualitas (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) dan melandasinya dengan keikhlasan spritualitas yang ada pada diri mereka. INILAH REVOLUSI BUDAYA ESQ.

Revolusi Budaya bukan untuk mengambil hak seseorang agar tidak menjadi kaya dan sukses, tetapi Revolusi budaya adalah jalan untuk mencapai kehidupan yang lebih bahagia, terus berusaha menjadi lebih baik, baik dan lebih baik lagi tanpa menginjak hak orang lain. Revolusi Budaya mencoba menyadarkan manusia untuk kembali pada ajaran agama: berlaku baik dan memperjuangkan sesama. Jika manusia berbuat sesuatu yang indah (deliver the best) tentunya itu bukanlah untuk kepentingan Allah melainkan manusia sendirilah yang akan mendapatkan kenikmatan melalui upaya penyerasian terhadap sifat-sifat terdalam (fitrah) miliknya.

“Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat buruk maka sebenarnya keburukan itu adalah bagi dirimu sendiri”.

Tidak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan tetapi akan selalu ada jalan untuk kembali dan berbuat kebaikan. Kecerdasan manusia ada pada hasratnya adalah untuk berubah menjadi lebih baik.

Jakarta Butuh Revolusi Budaya. Harus.

33 Responses to "Revolusi Budaya ESQ!"

Saya suka dengan artikel bisnis dan spritualitas yang Anda tulis. Saya merasa tercerahkan. Terima kasih atas pencerahan dari Anda.

Membaca tulisan itu, saya merasa tak didogma. Sama sekali tidak. Ini benar-benar pencerahan.

Semoga Tuhan senantiasa melindungi Anda.

Terima kasih.

Bolehkah saya link blog Anda?

Terima kasih Mas Agung atas komentarnya, semoga mas Agung juga selalu mendapat lindungan Allah…kalau untuk link blog ini boleh-boleh saja, malah saya sangat senang…Salam kenal yah mas Agung sukses selalu untuk anda…

Subhanallah, Blog ini memang banyak memberikan inspirasi dan kerasa banget jiwa2 nasionalisme. Salut ama udiot dkk

Sepertinya bukan cuman jakarta yang butuh revolusi budaya, tetapi Indonesiabutuhrevolusibudaya. Apa nanti kita buat indonesiabutuhrevolusibudaya.com? he he he

Setuju, ESQ memang bisa menjadi ‘salah satu’ alternatif solusi untuk menangani kebobrokan bangsa Indonesia. Semoga ESQ bisa memberikan banyak sumbangsih untuk bangsa Indonesia. Salut untuk Om Ary Ginanjar ‘yang telah bergerak’ daripada tidak sama sekali.

Salut juga untuk para penulis blog ini yang ‘telah bergerak’ untuk menulis, karena tulisan ini adalah termasuk ‘tindakan’.

Senang rasanya bertemu dengan kawan2 seperjuangan yang sudah lama tak bertemu.

Keep istiqomah bro, Kami selalu menanti kabar perjuangan dari kalian (More Power yang tlah berubah menjadi JBRB). Salam hangat dari kawan lama motivasy.com

Ok..ok thx bgt bwat kang deniar jejakanya Bandung..heheh..iya bener kang mending sekarang kita bergerak pelan2..semoga tiap langkah kita semakin mantap dengan Ridho dan Rahmat Allah SWT..kita doain semoga bangsa ini makin baik..ohya kang kapan main ke JKtnya?thx atas komennya ditunggu yah kebangkitan Motynya…Sukses

Iya aku tunggu juga nih kaos gratis (lagi) dari Udi dkk. He3

Insya Allah mari kita bersatu bersama memperbaiki bangsa ini. Kita berdua, moty, JBRB, pihak2 ESQ, dan kawan-kawan lain….

Maju Terus Bangsaku!

ESQ diharapkan bisa menjadi pencerahan dalam rangka perbaikan bangsa ini…

*tulisan di blog ini sangat menarik, salut, keep update yah!

Yup, ayo publish lebih banyak lagi tulisan ini ke masyarakat

yup……tidak mau tertinggal…erween dari Malang akan mengikuti langkah kalian..he3x

[…] training ESQ. Berbagai pendapat mengenai training ESQ ini, ada yang merasakan manfaat ato sebagai sebagai solusi, tetapi ada juga yang mempertanyakan mengenai posisi training ESQ, ada juga yang mempertanyakan […]

ESQ memang bisa dibilang menjadi salah satu pioneer dalam budaya positif, tapi kok menurut saya omong kosong. Positif apanya, harga trainingnya mahal gitu! Itu mah bisnis cuma lapisannya Islam.

Assalammualaikum…

ESQ salah satu cara (dari beragam cara yang lain) dan memang untuk pelaksanaannya dibutuhkan dana yang relatif besar dan insya allah setelah training anda akan merasakan bahwa dana itu tidak ada apa-apanya.

Boleh intip ke blog ini…. dan perasaannya sama seperti perasaan saya setelah ikut training ESQ.
http://santja165.blogs.friendster.com/hassan_el_ihsani/2007/01/habis_ikut_trai.html#comments

Jika memang hasilnya positif bahkan terbukti dari hampir seluruh alumni yang ikut, mengapa harus berprasangka buruk ??

Tenang…. tenang… Ayo sama2 Istighfar….

ESQ ?

excellent… for those who has an open-minded, positive thinking, and always thinking from other many perspective & point of view…

waah mba Rini…

jgn hanya menilai dari satu sudut pandang aja dong…

saia sih maklum.. mungkin mba Rini belum menganggap esq adalah suatu ‘kebutuhan’

dari sekian banyak alumni esq, sekitar 300.000 org yg tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia…

mengapa mereka dgn ikhlas mengikuti training esq dan berhasil mendapatkan apa yang mereka cari selama ini…?(baca: Allah SWT)

karena mereka menganggap esq adalah kebutuhan bagi mereka..

sama saja seperti kita, yg kadang2 perlu hp baru..
berbagai usaha pun dilakukan, seperti menabung, minjem uang kesana-sini, beli kredit, dsb..

knp demikian?
karena kita menganggap handphone adalah kebutuhan..

kalo untuk hp yang sifatnya dunia saja kita bela2in nabung dsb, kenapa tidak untuk bekal dunia akhirat…

untuk para alumni..:
mungkin sekarang kita masih sulit meyakinkan banyak orang, mungkin esq dipandang sebelah mata bagi semua orang, tapi percayalah.. sebentar lagi, generasi emas akan muncul, memajukan Indonesia, mengagungakan Sifat2 Allah dalam setiap tindakannya…
berbahagialah kita berada di Jalan 165 ini..

SaLam saTunamLima..!!

Benar kata (kang) Deniar, saya juga mengusulkan JBRB ini diubah menjadi IBRB, Ini akan memperkuat konsep. Sebab jika hanya Jakarta, terkesan eksklusif dan kurang bisa menggaet sisi psikologis kita.

Tidak ada jeleknya juga jika JBRB berubah menjadi IBRB sebab sudah banyak juga Conscious Mind di luar Jakarta.
Untuk Guebukanmonyet, gimana? Sudah pernah kita bicarakan kan?

Bagaimana Blogmasters dan Contibutors yang lain? Juga pembaca blog ini?

permisi, aku mengutip sedikit kata2 mas ato bapak (hehehe ato mbak jangan2….) buat iklan esq in house di kampus aye…..
oya kampus aye ui…
abis menginspirasi. doakan biar temen2 aye banyak yg ikutan…
makasiy

Oh iya silakan saja, semoga kutipan tulisan bermanfaat dan banyak yang ikutan hehehe, salam buat semua peserta yah dari kami yang merindukan Jakarta dan Indonesia menjadi lebih baik.

Salam Revolusi Budaya!!!

assalamu’alaikum satria 165…….
salam semut dan senyum simetris ,.,.,.,.,
katanya ESQ mo bikin orang2 mengerti agama tapi saya sendiri udah ikut ESQ. pada dasarnya saya setuju dengan apa yang disampaikan pada materi2 ESQ namun ada hal yang bikin sya bertanya-tanya.
1. katanya mo bikin indonesia yang mengerti nilai2 islam tapi kok perilaku dari panitianya kurang syar”
2. kenepa musti mahal…..? banyak orang miskin yang tersesat jangan pikirkan orang2 kaya yang tersesat masih adakan solusi untuk kami-kami yang miskin ini????
3. saya ilut ESQ mahasiswa beberapa bulan yang lalu jujur ada perubahan pada diri saya yang baik tapi teman2 yang lain menganggap ESQ adalah sajang cari pacar bukannya di ISLAM g’da yang namanya pacaran….
4 ada bebera[a orang menganggap ESQ adalah jalan untuk perbaikan diri namun saya merasa ada hal2 yang kurang syar’i di ESQ.
HARAPAN AGAR FOSMA ESQ DAN PANITIA YANG LAIN DAPAT SYAR’I KARENA ESQ SELALU DISOROT OLEH BANYAK ORANG…
TETAP SEMANGAT SATRIA ESQ…..

Salam untuk semuanya:

Saya tidak pernah ikut ESQ, hanya dengar dari sharing teman2 saya yg suka begituan. Kebetulan teman ada yg kerja di ESQ Jakarta (to bukan trainer).

1. Tentang orang lain yg belum yakin > saran saya untuk para ESQers, mereka tidak usah diyakinkan, diajak, digandeng-gandeng untuk gabung. Karena itu jadi seperti “jualan”. Tunjukkan saja bahwa ada hal positif setelah Anda ikut ESQ, insyaAllah mereka akan melihat dengan sendirinya.

2 Perilaku orang2 ESQ (trainer n staff) kurang suar’i > menurut saya ini bisa ditinjau kembali kepada tujuan ESQ, siapa yg terlibat, dsb.

3. Kenapa mahal > mungkin ada benarnya pendapat mbak Rini bahwa ESQ selain sebagai training kemanusiaan juga sebagai bisnis. Tak bisa dipungkiri, para trainer ini bukan seperti kyai-kyai di musholla-musholla di desa. Trainer in iorang profesional bahkan pebisnis (sukses). Mereka ngajarin kiat sukes (dunia akhirat). Dan kenapa mahal, karena memang yg targetnya adalah kalangan menengan atas. Untuk kalangan menengah bawah mgkn ada forum yg lain, saya kurang tahu.

4. Saran pribadi saya > semua hal bisa jadi baik kalau dilakukan dengan benar dan niatnya pun ikhlas. Tapi jangan sampai jadi suatu pengkultusan bahwa ESQ atau apapun namanya adalah yang untuk dijunjung-junjung. Karena ESQ bukan tujuannya, melainkan hanya sebuah sarana.

Maaf kalau ada yg kurang berkenan. Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik.

Salam Revolusi Budaya!
Ian

@ada deh dan Ian

saya alumni ESQ angkatan 20 (Agustus 2003). emang waktu itu sedang gegap gempitanya ESQ….saya ikut trainingnya karena paksaan dan bujukan mama:mrgreen:

memang saya akui, saya menyukai metode penyampaiannya yang brilian mengenai tauhid dll. tapi mengenai perilaku manusianya tentu kembali kepada mereka.

saya gak terlibat aktif dalam kegiatan ESQ meski suka diajak ma alumni yang lain dan ditelpon ma ESQ sendiri. saya emang gak suka dikaitkan sebagai anggota atau apalah namanya dari suatu organisasi. saya cuma muslimah yang bernama Yonna, itu aja!

betul kata Ian, jangan sampe memuja sesuatu secara membabi buta, nanti bisa kultus individu atau kultus organisasi misalnya. ambil saja manfaatnya dan buang negatifnya. meski saya alumni ESQ, saya gak mau memuji organisasi tersebut secara berlebihan dan saya gak pernah maksa orang lain untuk ikutan ESQ…betul kata Ian buktikan saja kalo training ESQ does work for you….bukti nyata adalah marketing yang sempurna, ya kan?!

secara akal sehat, mana mungkin mengubah paradigma berpikir seseorang dalam waktu singkat? training ESQ cuma awal, selanjutnya terserah orang tersebut mau bagaimana ke depannya. jikalau inspirasi tersebut langsung dicerna dengan baik maka untuk pelaksanaannya tetap perlu proses dan waktu…tetap saja perlu proses.

meski fenomenal, ESQ bukanlah segalanya, dia cuma sarana atau media….ilmu masih bisa diperoleh dari sumber manapun. jangan sampai kita berpikiran sempit dan membatasi cakrawala berpikir kita…amit2…salam

ass..

mba yoan bijaksana sekali,,

berhubung ini blognya JBRB, jadi mending gak usah banyak debat,, debat tentang ESQ udah banyak tuh di web2 lain,, hehe

mending semua alumni ESQ diajak kontribusi gabung dalam gerakan ini,, nanti akan saya coba ajak juga temen2 dari FOSMA 165 Bekasi dan FKA Bekasi untuk ikutan,,siapa tahu kan kita bisa ambil pelajaran dan menggulirkan wacana atau bahkan membentuk Bekasi Butuh Revolusi Budaya.. temen2 Fosma 165 dari daerah manapun, termasuk Kang Deniar dari Fosma 165 Jawa Barat n temen2 di FOSMA 165 Eropa n Malaysia juga bisa berkontribusi dan membentuk gerakan2 semacam ini di daerah masing masing,,

kita2 anak muda yang bisa dibilang korban generasi sebelumnya,,udah liat gimana bobroknya generasi2 Indonesia sebelum kita,,dan juga ancaman pengaruh buruk globalisasi terhadap generasi kita dan generasi adek2 kita,, sudah saatnya bersatu untuk memperjuangkan revolusi budaya ini.

BANGKIT PEMUDA INDONESIA!!!

@ian
gue setuju tuh kalo dibikin jadi ibrb. cuma musti mateng dulu embrionye bung. komitmen kudu jelas bung. supaya nggak belok-belok. supaya nggak ada juga infiltrasi macem-macem kepentingan yang gak berhubungan dan takutnye malah ngerusak ini program. gwe dukung lah bung. semoga kite tetep istiqomah ye.

3 M boss!

– Mulai dari diri sendiri
– Mulai dari hal yang kecil
– Mulai saat ini

(Aa’ Gym)

Setuju ga boss???

Jagalah Hati…

@yan-yan Jatinangor_165
ya setuju jagalah hati emang penting­čśÇ

Dan tidak boleh dipersangkakan pula ketika orang setelah ikutan training ESQ bisa menjadi orang yang benar2 bersih dan terbebas dari perilaku jelek.

Manusi berubah ada yang lambat ada yang cepat. Ada yang aktif, ada yang reaktif, dan ada yang pasif.

Kita berdoa semoga kita semua termasuk orang2 yang pintar dalam mengambil segala hikmah dan diberi kekuatan oleh Nya untuk menjauhi segala larangan-Nya serta diberikan ketangguhan dalam menjalani perintah Nya

Tentang usulan Indonesia Butuh Revolusi Budaya sebenaranya bisa langsung dimulai saja, berupa tulisan-tulisan dan opini seperti ini saja rasanya sudah cukup untuk dimulai.

Sukses semuanya!

Ass. salam hangat, ayo benahi indonesia
kontribusi ESQ luarbiasa…ayo kontribusikan yg lainnya..

Ayo bangun Indonesia
sungguh………
Tak rela hati, melihat Kondisi Negeri ini
Segala potensi tersedia disini
Indonesia sejati harus berjaya & bervisi
Mendamba rakyat gembira di hati
Negeri barokah itu yang kita ingini

Bersatu menyeru, dari pribadi-pribadi
Sungguh jelas pedoman Ilahi,
Al QurÔÇÖan yang kita imani
Ayo pendakwah dan para Trainer Muslim Indonesia Sejati
Mari bergerak sinergi dengan sungguh hati
Semoga sukseslah dan jayalah negeri
Di dalam Ridho Illahi

……….
Ayo gabung & berGerak melalui “Asosiasi Trainer Muslim (ATM) Indonesia, adalah sebuah kontribusi trainer muslim Indonesia untuk lebih mensinergikan gerak para trainer muslim dengan visi kontribusi membangun Indonesia Sukses.

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, ..” (QS. Al A’Raaf:96)

ATMI di launching dan dideklarasikan pada :
20 Maret 2007 atau 12 Rabiul awal bertepatan dengan Maulud Nabi Muhammad SAW. pada acara tersebut mengambil tema “Trainer Energize”. bertempat di Aula INDOSAT Jl. Kayun Surabaya.

Misi dari Himpunan Trainer Muslim Indonesia (HTMI), al. :
> Mengembangkan Potensi Trainer untuk berkontribusi meraih Peluang Indonesia Sukses
> Memotivasi & menjalin sinergi
> Membuat dan mengembangkan Strategi yang tertata untuk menginspirasi Indonesia melalui Pemberdayaan & Program Training
> BerGerak & mamasalkan sukses dengan berbagi, Sinergi antar Trainer dan Lembaga.
> Mengembangkan Program Materi Pelatihan dengan Inspirasi QurÔÇÖani.

..”Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Qur’an dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (QS. Al Imron:79)

Mari Trainer Muslim berhimpun untuk menuju Jaya Sejahtera Indonesia penuh keberkahan & kebaikan.
Gemilangkan diri dan bangsa, semarakkan industri kebaikan raih peluang amal unggulan.

Ikuti agenda Trainer energize,
Bandung, 3 Mei 2008
Jakarta , 20 mei 2008

http://www.atmindonesia.wordpress.com

Salam 165, sebarkan informasi gerak jalan esq di 100 th hari kebangkitan nasional.

aslmkm..
semua tergantung pada manusianya sendiri.
ketika mau maju dan sukses maka harus ada perjuangan dan pengorbanan untuk maju dan sukses.
bukankah “Allah itu sesuai dengan prasangka makhluknya”,
ketika kita yakin dan berusaha untuk maju dan sukses maka, insya Allah itu yang akan kita dapatkan…
so… berfikirlah positif!!!!
SEMANGAT!
wslmkm

Assalamu Alaikum Wr.Wb
pagi !
Mari kita bangkit,,,jgn cm di mulut aja, tapi bergerak !
Kebetulan saya ikut Fosma, kegiatannya Subhanallah sgt bermanfaat
Ada pengajian tiap minggu, baksos dll
Kalo ada yg bilang ajang cari pacar, itu bukan salah ESQ tp salah org2nya

Bagi yg merasa ESQ mahal…itu paradigma aja, sudut pandang!
Plis deh, tp beli hp,ipod dsb koq gk dibilang mahal!
Wajarlah hal yg mendekatkan kita kepada sang Khalik dibayar mahal
Naik Haji aja dibilang mahal, pdhal kan itu utk ibadah, rukun Islam lagi
Contoh lain, semakin berbobot buku agama maka semakin mahal pula
Pelatihan ESQ,,,bisa di survey sewa proyektor, sewa gedung dll tuh sbnrnya mahal
tp ESQ berusaha menekan cost
Dah gitu ada ESQ peduli PEndidikan, ESQ Pedulu Dhuafa, ESQ Generasi Emas semuanya gratisss
Klo kalangan menengah ke atas masih bilang mahal. heyyyy wake up ! Makanya standar org miskin di Indonesia tuh msh samar. Ada yg ngerasa miskin tp punya Hp, punya komputer dll

Berpikirlah positif !
“Sesungguhnya bukan matanya yang buta tapi hatinya di dalam dada”

SUKSES SELALU

Hmm… Sebenarnya gw kurang setuju ya sama pendapat yg bilang “wajar kalo mahal” ato “klo demi HP dsb, baru mau ngluarin duit banyak”.
Bagi gw agama itu beda ya.
The great thing about religion is:
you don’t have to PAY anything to reach the depth of it. And why should you? Just use your heart and mind.
Klo soal naek haji, itu jg ga bs disamain. Kn bkn Allah yg nentuin brp yg hrs qt bayar bwt naik haji. Lagipula proses naik hajinya kan ga mahal. Ongkos ke sananya yang mahal. Klo bwt org yg tinggal di dkt Mekkah, pst ga mahal donk.
Anyway, what is it i’m trying to say? Oh, yeah; Ngapain bayar buat sesuatu yang harusnya udah kita tahu atau bisa kita ketahui dgn gratis? That’s my opinion about ESQ.
Oh! One other thing. Siapa bilang HP, Ipod,komputer dsb itu gak mahal?! Plis deh…^^. I’m still sane, you know. Mahal ya mahal. No matter what.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: