Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Kenapa Orang Jakarta Susah Diatur?

Posted on: March 28, 2007

Pertanyaan ini saya yakin banyak menghinggapi para pemimpin Pemda DKI. “Kok susah banget ya ngatur orang-orang Jakarta?”

Para pemimpin DKI Jakarta bisa jadi iri dengan pemerintah-pemerintah lokal dari kota-kota besar seperti Paris, Sidney, Washington DC, atau Tokyo yang dengan mudah mengatur para penduduknya. Setiap ada peraturan baru mayoritas penduduknya patuh dan “manut” mengikuti. Kalau masyarakat di Tokyo melihat ada tanda berbunyi “Di Sini Dilarang Kencing” sudah pasti tidak ada satu orang pun terutama kaum pria yang berani buar air sembarangan.

Tapi coba masyarakat Jakarta. Walau sudah ditulis gede-gede pake huruf besar semua “DI SINI DILARANG MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN” tetap saja tidak ada yang menggubris. Buang sampah sembarangan tetap jadi salah satu hobi masyarakat Jakarta. Kayaknya malah takut dibilang “aneh” kalau harus terus megangin sampah sampai menemukan satu tong sampah (yang ternyata juga tidak terlalu tersedia di Jakarta).

Kota sebesar Jakarta memilik masyarakat yang bangga bilang, “Peraturan itu dibuat untuk dilanggar!” Tragis.

10 Responses to "Kenapa Orang Jakarta Susah Diatur?"

Pendapat gue sebagai orang jakarta, yang ngeliat orang lain buang sampah sembarangan adalah…..

“Heran… Tinggal di Kota kok mentalnya Ndeso??!!!”

Budayakan Malu!! kalo buang sampah Sembarangan,
Budayakan Malu!! kalo beli CD/DVD bajakkan,
Budayakan MAlu!!! kalo nyetop angkutan sembarangan,
Budayakan MALU!!

Widya
“Somethings Stuck In My Head”

orang indonesia pada umumnya memang sulit diatur, termasuk orang jakarta. Hidup teratur masih mrupakan impian bagi warganya. Klo mau semuanya berjalan teratur hanya satu rumusnya:

TEGAKKAN HUKUM…..!!!!!

Warga Jakarta memang susah diatur, atau mereka merasa tidak butuh diatur? tapi koq masih aja yang gak sesuai aturan.

Menurut saya ‘Jakarta butuh contoh’, warga jakarta butuh orang2 di dalamnya yang dapat mencontohi. Di jakarta cukup bising dan overinformation. Jadi tulisan2 kayak gitu dianggap reklame yang berlalu saja. Sekeras-kerasnya kita teriak kepada mereka, mereka susah untuk mendengar, lah wong bising. Sebesar-besarnya pasang tulisan juga gak keliatan, lah wong terlalu sibuk dengan urusannya atau terlampau biasa dengan tulisan2 seperti itu. MEREKA BUTUH CONTOH DI DALAMNYA.

Ayo kita berikan contoh yang terbaik buat mereka…
(walau saya warga bandung)

@aji
kayaknya gak semua deh… [maap sebelumnya bukan bermagsud sombong] di kampung halaman ku, contoh, kendaraan gak ada yang melewati garis putih saat berhenti di lampu merah. dan kebersihan sangat dijaga banget. dan itu gak cuma di kampungku, ada beberapa daerah yang aku kunjungi juga memiliki kesadaran yang serupa. lalu, pertanyaannya kenapa di kota-kota besar gak bisa seperti itu? mungkin alasanmu paling bisa ditrima PENEGAKAN HUKUM!!
dan
1.tata kota yang udah terlanjur amburadul, harusnya dipisahkan antara kota kepemerintahan dan industri.
2. jumlah pendukduk yang tak terkendali di kota2 besar, menyebabkan “kebandelan itu”.
3.yup bener den, contoh/tauladan juga perlu

waktu gw ke singapore kemarin gw saklut banget dengan tata kota negara itu, pejalan kaki dimanjakan, transportasi lengkap dan bersih, hukum juga ditegakkan dan gak tanggung2. dengan itu, jarang sekali gw liat ada mobil di jalan.

gw sempet nangis waktu gw mencoba membandingkanya dengan bangsa gw sendiri
tapi dunia belum kiamat

pemikir2 seperti kalainlah yang diandalkan bangsa ini!!

Pengen banget ngeliat…
wah nightelf bisa jadikan ini sebagai studi banding di negara kita nih…. Ayo bawa oleh2 yang bermanfaat ya dari sana

HA HA HA HA..
KARNA ORANG JAKARTA GAK BISA BACA

GITU AJA SUSAH AMAT!!!

embueerrr….:mrgreen:

org jkt emg susah diatur….kalo ktemu ma model begini yg ada qta hrs tegas dan gak kompromi…atau qta yg dimaenin dan diinjek2….

Setuju sama Yonna daripada kita yang diinjek lebih baik kita yang nginjek duluan hahaha…yang jago dan yang paling cepat yang menang heheh

ya sebelum kita marahin orang kita harus marahin diri sendiri dulu. contoh kecil aja, walopun sekitar kita sampah berserakan biasakan buang sampah pada tempatnya, kalo gak ada masukin kantong. heheh keliatanya pelajaran SD yaa?? tapi jangan salah belasan tahun kita diajari gitu ama guru masih aja bandel heheheheh

ayo mulai disiplin dari diri sendiri dan hal2 kecil kayak tadi.

semangat10x

kenapa semangatnya 100x, tapi yang penting ayo semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos
%d bloggers like this: